Kediri (beritajatim.com) – Minggu terakhir menjelang Lebaran, imbauan untuk Salat Idul Fitri di rumah disampaingkan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri, Abu Bakar Abdul Jalil atau akrab disapa Gus Ab. Hal ini terkait dengan kondisi pandemi dan belum menurunnya grafik yang terinfeksi Covid-19.
“Salat Ied di rumah saja. Ikuti panduan cara Salat Ied di rumah,” imbau Gus Ab. Selama aturan Pemerintah belum berubah, Gus Ab mengimbau masyarakat untuk menjalankan Salat Ied di rumah saja, bisa berjamaah bersama keluarga.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Bagi sebagian orang, kurang afdol rasanya jika Salat Ied yang dilakukan setahun sekali tidak dilakukan di masjid/lapangan. Gus Ab kembali mengajak untuk menyusuri hukumnya. Kadang orang lebih mengutamakan yang sunnah karena penuh keramaian, lalu melupakan yang wajib karena sendirian. Jadi esensinya ramai-ramai, bukan pada menjalankan kewajiban.
Selain itu, rutinitas Lebaran biasanya silaturahmi. Saling mengunjungi antar kerabat dan saudara. Tahun ini, silaturahmi bisa ditempuh dengan cara lain. Tidak harus bertatap muka bila tak memungkinkan.

“Kalau datang langsung itu namanya ziarah. Ziarah dilakukan jika memungkinkan,” terang Gus Ab. Misalnya ada keinginan dari untuk mengujungi orang tua, malah justru akan membahayakan mengingat orang tua yang usianya di atas 45 tahun rentan tertular. Sedangkan anaknya bisa jadi OTG (Orang Tanpa Gejala) yang justru membawa virus sampai ke kampung halaman. [nm/kun]






