Kediri (beritajatim.com) – Polresta Kediri melakukan penyelidikan terhadap kasus kerusuhan antar suporter Persikmania (pendukung Persik Kediri) dengan Brajamusti (pendukung PSIM Yogyakarta) yang terjadi, Senin (2/9/2019) malam hingga dini hari. Dari hasil penyelidikan sementara, ada tiga orang suporter yang diamankan bersama sejumlah barang bukti senjata tajam, petasan dan alat pukul baseball.
“Kita lakukan pendalaman, kita periksa, dan kita inventarisi kerugian yang terjadi. Kerusakan kendaraan roda dua dan empat akibat kerusuhan ini,” kata Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi, Selasa (3/9/2019).
Kapolresta memimpin langsung proses pengamanan bentrok antar supporter. Bahkan, Kapolresta sempat terkena pukulan dari kelompok suporter. Pemisahan kedua kubu pendukung tim sepakbola, melokalisir kelompok suporter PSIM Jogja di Taman Tirtayasa Kediri, hingga pemulangan mereka berlangsung sejak bentrok pecah sampai dini hari.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persik”]
Dalam pemecahan kelompok massa Persikmania yang sempat mengepung kawasan Taman Tirtayasa, juga melibatkan Personil Brimob dan Anggota Kodim 0809 Kediri. Massa Persikmania yang sempat menolak pulang, karena meminta pertanggung jawaban kerusuhan dan kendaraan mereka yang rusak, bersedia membubarkan diri setelah Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar berjanji mengurus penyelesaian kerusahaan kendaraan tersebut.
Kapolresta menyatakan, dari laporan yang diterima, jumlah korban luka akibat bentrok ini sebanyak 8 orang suporter dari Persikmania dan 10 orang supporter PSIM Jogja, juga dua orang anggota kepolisian.
Pihaknya tengah mencari dalang kerusuhan itu. Mengingat, dari hasil sweeping yang dilakukan polisi, ditemukan benda-benda berbahaya. Seperti senjata tajam jenis celurit, pemukul basebol, bom Molotov, kembang api, petasan, serta samurai.
Sementara itu, suporter PSIM Jogja yang datang di Kota Kediri ada dua kelompok yakni, Maiden dan Brajamusti. Dari hasil penjualan tiket Panpel Persik Kediri diketahui, jumlah kelompok Maiden sebanyak 150 orang sedangkan Brajamusti sebanyak 350 orang.
Sehingga jumlah total mereka sekitar 500 orang. Selain mereka yang nonton langsung, ada sejumlah suporter yang berada di luar Stadion Brawijaya. Mereka memarkir kendaraanya di kawasan Taman Tirtayasa Kediri dan seputaran stadion.
Sebanyak 231 unit sepeda motor rusak, dan tiga unit mobil hancur. Selain itu, fasilitas Taman Tirtayasa juga rusak berat. Bahkan, perangkat computer di pos Parkir Taman raib dan ditemukan di mobil salah satu sopporter. [nng/suf]








