Banyuwangi (beritajatim.com) – Ustadz Supriyanto dan Imam Suherlan diantar oleh anggota Polsek Kalibaru menuju Polres Banyuwangi. Menggunakan mobil dinas polisi, kedua orang tersebut tampak lesu tanpa mengucap satu patah katapun.
Keberangkatannya dari Polsek disaksikan langsung oleh Camat Kalibaru, M. Nuril Falah bersama jajaran Forpimka. Nampak pula, beberapa kerabat dari keduanya yang nampak berjabat tangan seraya melepas keduanya.
Ustadz Supriyanto tampak kalem saat berjalan menuju ke mobil. Sedang Imam Suherlan terlihat matanya berkaca-kaca penuh penyesalan.
Keduanya dijadikan saksi oleh Kepolisian lantaran videonya yang viral di jagad maya. Video itu berisi dugaan penyebaran isu tidak benar, karena mengumbar pernyataan terkait pasangan calon presiden nomor urut 01 yang akan melegalkan undang-undang perzinahan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ujaran-kebencian”]
Bahkan dalam isi video berdurasi 51 detik itu juga menyatakan jika pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin memimpin Indonesia, negara akan hancur. Video juga berisi ajakan kepada warga untuk memilih pasangan nomor urut 02.
“Setelah kita kordinasi dengan Kapolres dan Kasat Reskrim, Ustadz Supriyanto dan Imam Suherlan kita bawa ke Polres Banyuwangi untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut,”
“Kita amankan di sini, karena mengantisipasi masyarakat melakukan tindakan sendiri,” ucap Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabbar, Selasa (12/3/2019).
Merunut dari persoalan ini, dalam aksi itu Ustadz Supriyanto dan Imam Suherlan terindikasi melakukan dugaan penyebaran isu tidak benar atau hoaks. Juga diduga melakukan kampanye di dalam tempat ibadah. [rin/but]






