Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC Achsanul Qosasi menyatakan kesulitannya saat harus menyampaikan \\\’kata perpisahan\\\’ kepada para pemain yang tidak masuk dalam komposisi skuad Laskar Sape Kerrab, musim depan.
Terlebih pihak manajemen juga sudah melepas sejumlah pemain yang bahu membahu membela tim dalam mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2018, termasuk sang juru taktik Gomes de Olivera yang dipastikan dilepas pasca kompetisi berakhir.
Bahkan pihaknya bersama jajaran manajemen dan tim pelatih juga mulai mendiskusikan beberapa pemain yang akan diplot sebagai bagian dari keluarga besar Madura United, musim depan. \\\”Pelatih yang kami pilih sudah ada, setiap hari kami meminta manajer berdiskusi tentang pemain pilihan,\\\” kata Achsanul Qosasi, Minggu (23/12/2018).
\\\”Tidak sulit bagi kami mempertahankan pemain yang dipilih pelatih. Namun sangat sulit untuk menyampaikan kepada pemain yang tidak lagi bersama kami musim depan, karena kami keluarga besar (Madura United FC),\\\” ungkap pria yang akrab disapa AQ.
Saat ini tercatat sebanyak delapan pemain dipastikan bakal kembali mengenakan jersey loreng khas skuad kebanggaan suporter Madura Bersatu, meliputi sebanyak dua pemain asing, yakni Dane Milovanovic (Australia/Asing Asia) dan Zah Rahan Krangar (Liberia/Asing Non-Asia).
Sementara enam pemain lokal yang dipastikan kembali menjadi bagian dari tim, meliputi Al-Fath Fathier, Greg Nwokolo, Guntur Ariyadi, Irsan Lestaluhu, Rifad Marasambesy dan Satria Tama Hardianto.
Dari nama tersebut, tercatat hanya Dane \\\’Batman Face\\\’ Milovanovic yang masuk sebagai pemain baru sekalipun sempat membela Madura United dalam dua musim terakhir, yakni musim 2016 dan 2017. Sedangkan lainnya merupakan pemain yang menjadi bagian tim musim lalu. [pin/ted]





