Denpasar (beritajatim.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri puncak Perayaan Gita Jayanti yang dilaksanakan di Gedung Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (22/12).
\\\”Puncak perayaan Gita Jayanti Nasional 2018, merupakan kali ke-2 dilaksanakan perayaan tingkat nasional di Bali. Sebelumnya, selama dua tahun berturut-turut diselenggarakan di Jakarta, dan tahun ini kembali dilaksanakan di Bali,\\\” ujar Penasehat The International Society for Krishna Consciousness in Indonesia (ISKCON) Amir Adastya.
Menurut Amir, Gita Jayanti yang jatuh pada tanggal 19 Desember 2018 merupakan perayaan hari disabdakannya Bhagavad-gita ke dunia ini pada 5120 tahun yang lalu ketika berkecamuk Perang Kurusetra di India.
Bhagavad-gita merupakan Kitab yang menceritakan wejangan Sri Krishna memberikan kepada Arjuna yang ketika itu sedang memimpin perang Kuruksetra.
Dikisahkan bahwa saat itu ada keraguan dalam diri Arjuna sehingga Sri Krishna memberikan Arjuna suatu dorongan spiritual agar keraguan yang ada dalam diri Arjuna dapat terkikis habis.
Dorongan itu berupa ajaran-ajaran tentang Ketuhanan, tentang manusia, bagaimana manusia seharusnya hidup dan bagaimana manusia dapat mencapai kesempurnaan hidup.
Gita Jayanti Nasional kali ini mengusung tema Bersatu Bekerja Menuju Kejayaan NKRI. Acara ini mengundang 1.000 orang dari komunitas berbagai lembaga/instansi pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kemahasiswaan, dan tokoh-tokoh masyarakat serta masyarakat luas.
Koordinator acara Ananta Wijaya saat ditemui di sela-sela persiapan malam puncak Gita Jayanti Nasional, mengatakan bahwa malam nanti akan diumumkan pemenang Gita Champion, yakni perlombaan menghafal sloka, palawakya, dharma wacana, esai dan testimoni.
Selain Menag, malam puncak perayaan Gita Jayanti Nasional juga dihadiri Gubernur Bali I Wayan Coster, Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama Ketut Widnya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Ketua Perkumpulan ISKCON. [but]





