Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menarget pada tahun 2019 angka kemiskinan bisa turun 2,5 persen. Hal itu karena didukung dengan nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Bupati Bojonegoro, Anna Mu\\\’awanah mengatakan, untuk mengurangi angka kemiskinan itu, pihaknya akan melakukan beberapa intervensi kebijakan dan program secara maksimal. Menurut dia, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Bojonegoro saat ini berada diurutan ke 11 di Jawa Timur.
\\\”Jika dibandingkan dengan besarnya dana APBD 2019 (Rp4,7 miliar), maka targetnya menurun lagi minimal 1,5 sampai 2,5 persen atau sekitar 25 ribu orang\\\” katanya, Rabu (19/12/2018).
Bupati menjelaskan, untuk mencapai target itu maka pihaknya akan melakukan beberapa intervensi program atau channeling program. Beberapa program kemasyarakatan, diantaranya subsidi modal tani, subsidi modal usaha, serta subsidi pendidikan. Sehingga, 10 persen kantong kemiskinan, tiga persen diantaranya akan mendapat program percepatan penurunan kemiskinan.
\\\”Termasuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan juga kami lakukan, karena itu outputnya nanti ke pengurangan kemiskinan. Misalnya yang biasa berjualan sayur keliling bisa menempuh jarak jauh dengan nyaman,\\\” pungkasnya. [lus/kun]





