Reporter: Fatihah Ibnu Fiqri
Magetan (beritajatim.com) – Target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Magetan sulit dicapai. Meski sudah diturunkan dari Rp 14 miliar ke Rp 12,5 miliar, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan menilai, dengan kondisi saat ini, target bakal sulit dicapai. Sampai sekarang PAD dari sektor pariwisata baru tercapai Rp 7,6 miliar. Sisanya, sulit terkejar hingga akhir tahun.
”Faktor utama memang PPKM sepanjang empat bulan. Mulai Juli hingga November. Meski kini pariwisata boleh buka karena Magetan sudah turun level, tapi kan kapasitas area wisata masih dibatasi hingga 50 persen saja. Kami tidak mungkin membiarkan area wisata terlalu ramai. Belum lagi ada wacana penerapan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru,” ungkap Kabid Pengelolaan Pariwisata Disparbud Magetan Eka Raditya, Kamis (2/12/2021)
Eka membenarkan kalau kemungkinan hanya bisa menambah Rp 1 miliar saja sampai akhir tahun ini. Untuk PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru pihaknya bakal tetap membatasi kapasitas para pengunjung maksimal 50 persen saja dari total kapasitas. Pun, belum ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak kepolisian terkait penerapan PPKM Level 3 saat libur Nataru.
”Sesuai dengan Inmendagri 62/2021, meski PPKM level 3, aktivitas pariwisata masih tetap diperbolehkan, tapi kan tetap ada pembatasan. Sehingga, kami tidak bisa menggenjot PAD, kemungkinan hanya tambah sedikit saja,” pungkasnya. [fiq/but]






