Reporter: Endra Dwiono
Ponorogo (beritajatim.com) – Sebuah mortir kembali ditemukan di lahan Bapak Suwito di Desa Ngrukem Kecamatan Mlarak Ponorogo. Kali ini amunisi sisa jaman penjajahan itu hanya ditemukan satu butir. Untuk keamanan bersama, akhirnya amunisi tersebut dibawa ke Makodim 0802 Ponorogo.
“Ini tadi ditemukan lagi satu mortir di lahan yang sama dulu ditemukan 8 mortir,” kata Kapolsek Mlarak IPTU Rosyid Effendi, Jumat (3/12/2021).
Penemuan itu berawal saat operator escavator atau bego bernama Sugi Hariyanto memulai bekerja diatas lahan milik Bapak Suwito. Rencananya lahan tersebut untuk membuat rumah kaplingan. Disisi sebelah batas timur, Sugi meratakan tanah sedalam kurang lebih 40 centimeter. Nah saat itulah Ia menemukan benda keras yang sebelumnya dikira batu.
“Saksi pemasaran, lahan tanah liat harusnya tidak ada batu. Setelah turun dilihat Sugi kaget menemuka mortir tersebut,” katanya.
Satu mortir itu, kata Rosyid berukuran kaliber 105 milimeter. Setelah mendapatkan informasi itu, petugas Polsek Mlarak langsung meluncur untuk mengamankan lokasi penemuan. Rosyid berkoordinasi dengan beberapa pihak dan menyerahkannya ke personel Kodim 0802 Ponorogo untuk diamankan. Sebab kuat dugaan barang tersebut adalah sisa perang di jaman dulu.
“Mortir itu diamankan ke Makodim 0802 Ponorogo. Kuat dugaan itu adalah barang sisa perang jaman dahulu, sebab juga berkarat mungkin lamanya terpendam di tanah,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada tanggal 1 Maret 2021 lalu, ditemukan 8 mortir di ladang milik Suwito, warga Desa Ngrukem Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Setelah ditemukan 4 buah, petugas gabungan dari TNI dan Polri kembali mengambil 4 buah lagi. Posisinya dibawah penemuan sebelumnya.
“Di bawah 4 penemuan sebelumnya, ternyata ada 4 buah lagi yang tertanam di dalam tanah. Jadi tertumpuk rapi gitu,” kata Kasat Sabhara Polres Ponorogo AKP. Edi Suyono, Senin (1/3/2021).

Kedelapan mortir yang ditemukan ini, ukurannya hampir sama. Yakni dengan panjang sekitar 40 cm dan berdiamer sekitar 10 cm. Usai diangkat dari dalam tanah, mortir-mortir ini diamankan di markas Kodim 0802 Ponorogo.
“Hari ini kami masih lakukan lagi penyisiran di sekitar lokasi penemuan,” katanya.
Tim gabungan dari Polres dan Kodim 0802 Ponorogo masih melakukan pendalaman terkait penemuan mortil tersebut. Misalnya mengetahui jebis nomor serinya. Edi menyebut jika mortir itu kemungkinan masih bisa meledak. Sebab dari kasat mata mortir itu bisa dari pesawat atau senjata rudal yang ditanam di situ puluhan tahun yang lalu.
“Kalau dilihat dari ukurannya yang cukup besar, mortir ini berdaya ledak cukup tinggi,” katanya. [end/but]






