Ponorogo (beritajatim.com) – Mbah Sinto, jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo meninggal dunia di Arab Saudi. Jenazah warga Kelurahan Brotonegaran berusia 92 tahun itu, dimakamkan di Mekkah pada Rabu (21/6) pagi. Keluarga yang ada di Kabupaten Ponorogo pun ikhlas, nenek dengan 9 cucu itu dimakamkan di tanah kelahiran Rosulullah tersebut.
“Keluarga ikhlas dan ridho ibu meninggal dan dimakamkan di sana,” kata Sumini, salah satu anak Mbah Sinto saat ditemui beritajatim.co. di rumah duka Jalan Noroyono, Kelurahan Brotonegaran Ponorogo, Rabu sore.
Sumini menceritakan menerima kabar duka itu pada Selasa (20/6) malam, oleh kerabatnya yang tahun ini juga menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Menurut penuturan kerabatnya itu, sebelum meninggal dunia, jemaah haji yang daftar pada tahun 2012 itu mengeluhkan sesak nafas dan batuk saat berada di hotel. Petugas kesehatan pun langsung merujuknya ke rumah sakit King Faisal di Mekkah. Mendapatkan perawatan selama setengah jam, Mbah Sinto pun menghembuskan nafas terakhirnya.
“Ibu memang punya riwayat sesak nafas dan batuk. Waktu kita lakukan cek kesehatan sebelum berangkat, di RSUD dr Harjono, mbah dalam keadaan sehat. Pada kontrol yang kedua pun, almarhumah sudah tidak sesak dan batuk,” ungkap anak ke- dari 4 bersaudara ini.
Di Arab Saudi, bukan kali pertama Mbah Sinto masuk rumah sakit. Sebelumnya ternyata sudah pernah. Saat itu dari Madinah ke Makkah, Mbah Sinto baru selesai melakukan umrah wajib. Dia pun di hotel badannya panas sampai 2 hari. Tak kunjung sembuh, oleh petugas dibawa ke rumah sakit. Dari rumah sakit itu, Mbah Sinto dirawat selama 8 hari. Ketika kesehatannya mulai stabil, Ia diantar ke hotel dimana Ia menginap. “Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Ibu tidak berpesan apa-apa ke keluarga,” tutup Sumini. (end/kun)
BACA JUGA:






