Ringkasan Berita:
- Pemkot Mojokerto mendorong perumusan kebijakan dan evaluasi pembangunan berbasis data serta kajian ilmiah.
- Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menyampaikan pentingnya penelitian ilmiah dalam Sosialisasi Hasil Kajian Statistik Kota Mojokerto Tahun 2026.
- Hasil kajian statistik diharapkan menjadi dasar evaluasi program dan penyusunan langkah strategis oleh perangkat daerah.
- Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan untuk menangani persoalan pendidikan, kesempatan kerja, penguatan usaha, dan kualitas lingkungan.
Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mendorong perumusan kebijakan dan evaluasi pembangunan berbasis data serta kajian ilmiah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap program pemerintah tidak hanya memenuhi target administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menegaskan pentingnya penelitian ilmiah sebagai landasan untuk mengukur keberhasilan pembangunan secara objektif. Hal tersebut disampaikannya dalam Sosialisasi Hasil Kajian Statistik Kota Mojokerto Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Kantor Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan.
Di hadapan perwakilan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto, Wawali yang akrab disapa Cak Sandi itu mengatakan keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari pencapaian target pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan pelayanan publik.
“Berbagai capaian tersebut harus diukur lebih jauh berdasarkan manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama dalam perubahan kualitas hidup warga. Keberhasilan administratif harus senantiasa diuji dengan keberhasilan substantif,” ungkapnya.
Karena itu, hasil kajian statistik dan penelitian ilmiah dinilai penting sebagai instrumen untuk mengevaluasi program pembangunan. Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah dapat mengetahui sejauh mana kebijakan yang telah dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang masih membutuhkan penanganan.
Cak Sandi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Sebab, sejumlah isu, seperti pendidikan, kesempatan kerja, penguatan usaha, dan kualitas lingkungan, membutuhkan penanganan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.
“Saya mendorong agar hasil kajian statistik tidak berhenti sebagai dokumen laporan, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan diskusi dan dasar penyusunan langkah strategis oleh perangkat daerah terkait. Hasil kajian dapat menjadi bahan diskusi bersama untuk mengidentifikasi persoalan prioritas,” katanya.
Cak Sandi berharap, setelah persoalan prioritas teridentifikasi, perangkat daerah terkait dapat merumuskan langkah penanganan secara bersama-sama. Melalui pemanfaatan hasil kajian ilmiah, Pemkot Mojokerto berharap proses perumusan kebijakan dan evaluasi pembangunan dapat berlangsung lebih objektif, terarah, serta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pendekatan tersebut sekaligus diharapkan memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, sehingga setiap program pembangunan tidak sekadar berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat Kota Mojokerto. [tin/beq]






