Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) mengucurkan beasiswa pendidikan kepada 4.067 mahasiswa bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Penyerahan bantuan kuliah ini berlangsung di Kampus Tenggilis, Rabu (28/10/2026).
Rincian penerima bantuan tersebut berasal dari tiga jalur pendanaan. Sebanyak 3.499 mahasiswa mendapat dana internal kampus, 458 dari pemerintah, dan 110 sisanya melalui jalur partisipasi masyarakat.
Pihak rektorat juga memamerkan puluhan medali tingkat nasional hingga mancanegara melalui parade prestasi. Capaian ini dinilai sebagai bentuk nyata penerapan pendidikan karakter bagi pemuda.
“Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa IPK tinggi dan deretan piagam penghargaan merupakan alat, bukan tujuan akhir,” ujar Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto.
Ia menegaskan bahwa setiap inovasi dan medali yang mahasiswa raih harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mahasiswa harus bisa menyeimbangkan kesibukan kuliah dengan kompetisi akademik di luar kelas.
“Kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Parade unjuk kebolehan ini menampilkan ragam karya inovatif, salah satunya penemuan parfum dari limbah buah bernama Dauroma. Temuan ramah lingkungan ini sukses menyabet gelar juara pada pameran mahasiswa tingkat nasional.
Mahasiswa dari jalur olahraga turut menyumbang puluhan medali emas dari berbagai cabang bela diri seperti wushu, karate, dan pencak silat. Tim basket putri kampus ini bahkan keluar sebagai kampiun liga nasional.
Delegasi bidang sains tidak ketinggalan menyumbang perak dalam ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi. Mereka juga menjuarai lomba riset bentukan pemerintah pusat.
Pada bidang kesenian, perwakilan kampus sukses menjadi juara pertama ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah Provinsi Jawa Timur. Delegasi dari Jatim ini juga merebut juara ketiga pada kompetisi seni nasional.
Acara perayaan pemuda ini berakhir dengan pengukuhan 238 pengurus organisasi mahasiswa. Ratusan pimpinan baru tersebut memegang tanggung jawab untuk menjalankan roda kegiatan kemahasiswaan selama satu periode mendatang. [ipl/beq]






