Ringkasan Berita:
- Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya sekaligus anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengajak generasi muda memperkuat persatuan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan.
- Cahyo mendorong penguatan pendidikan digital, pendidikan vokasi, dan sistem double track agar keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
- Program Youth Entrepreneurship Center dan Millennial Job Center di Jawa Timur dinilai dapat dioptimalkan untuk memperluas kesempatan berwirausaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda.
- Cahyo juga mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan sosial, demokrasi, literasi digital, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan demi mendukung Indonesia Emas 2045.
Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya sekaligus anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong generasi muda memperkuat persatuan dan mengambil peran aktif dalam pembangunan. Momentum Hari Sumpah Pemuda, menurut dia, perlu dimaknai melalui peningkatan kualitas diri, keberanian menyampaikan gagasan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kita harus memaknai dan mengimplementasikan semangat Sumpah Pemuda, bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai pemantik kesadaran kolektif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan keberanian berpikir, dan berkontribusi nyata demi kepentingan bersama,” ujar Cahyo saat ditemui di DPRD Jatim, Rabu (28/10/2026).
Menurut Cahyo, persatuan, keberanian berpikir, dan kontribusi nyata merupakan fondasi bagi Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil, dan makmur. Untuk mewujudkannya, diperlukan ekosistem pembangunan yang mampu menghubungkan potensi generasi muda dengan pendidikan, perkembangan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta ruang partisipasi sosial.
“Banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi persoalannya bukan semata-mata keterbatasan kesempatan. Kita harus mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang mempertemukan potensi generasi muda, peningkatan kualitas pendidikan, perkembangan teknologi sesuai zaman, kebutuhan dunia kerja, serta ruang partisipasi sosial,” jelas politisi muda ini.
Sebagai anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo menegaskan akan mendorong kebijakan kepemudaan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Dia menilai kebijakan tersebut perlu disusun secara inklusif, terintegrasi, dan terukur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kami akan menggunakan semua fungsi yang kami miliki, baik legislasi, penganggaran, maupun pengawasan, untuk mendorong pemerintah membangun kebijakan kepemudaan yang inklusif, terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim tersebut.
Di sektor pendidikan, Cahyo mendorong penguatan digitalisasi pembelajaran, pendidikan vokasi, dan sistem double track agar keterampilan siswa selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Revitalisasi sekolah juga perlu diiringi peningkatan kualitas pembelajaran sehingga generasi muda memiliki bekal untuk menghadapi perubahan zaman.
“Revitalisasi sekolah yang digalakkan Presiden perlu dikaitkan dengan sistem pembelajaran digital, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, dan pengembangan pendidikan double track. Tujuannya agar generasi muda mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini,” tutur dia.
Di bidang ekonomi, Cahyo mendorong optimalisasi program pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja dan memperkuat kewirausahaan generasi muda. Sejumlah program di Jawa Timur, seperti Youth Entrepreneurship Center dan Millennial Job Center, menurut dia, dapat dioptimalkan untuk mendorong lahirnya wirausahawan baru dan memperkuat kemandirian ekonomi pemuda.
“Pekerjaan rumah kita bukan hanya membuka lapangan kerja baru yang berkualitas, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda. Jika program-program yang sudah ada di Jawa Timur dioptimalkan, saya rasa ini bisa mendorong munculnya pengusaha baru, termasuk di Kota Surabaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan generasi muda,” kata Cahyo.
Selain pendidikan dan ekonomi, Cahyo menyoroti pentingnya memperluas keterlibatan pemuda dalam pembangunan sosial dan demokrasi. Dia mendorong anak muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga aktif menyampaikan gagasan dan ikut berperan dalam menentukan arah kemajuan masyarakat.
“Kami ingin semakin banyak pemuda terlibat, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga menyampaikan gagasan pembangunan, membangun demokrasi dan politik yang sehat, memperkuat literasi digital, menggerakkan kecintaan terhadap lingkungan, serta menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal,” tuturnya.
Cahyo berharap penguatan pendidikan, kewirausahaan, dan partisipasi sosial dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurut dia, pembangunan harus melahirkan generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan tetap berpegang pada nilai kebudayaan bangsa.
“Semua ini akan kami dorong agar kita benar-benar bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, bukan hanya sebagai slogan, tetapi melahirkan generasi muda dan masyarakat yang berdaulat, berdikari, serta berkarakter sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” pungkasnya. [asg/beq]






