Ringkasan Berita:
- Polisi menemukan beberapa serpihan tulang di belakang rumah tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun.
- Dirkrimum Polda Jatim Roy Sihombing mengatakan identifikasi tulang masih berlangsung karena kondisi jasad telah hancur.
- Serpihan tulang telah diserahkan ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan DNA, tetapi hasilnya belum keluar saat konferensi pers.
- Polisi juga menyita wadah berisi bahan bakar dan alat penggilingan yang masih diperiksa untuk kepentingan penyidikan.
Surabaya (beritajatim.com) – Upaya tersangka menghilangkan jejak dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun membuat proses identifikasi sisa jasad menjadi sangat sulit. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan DNA terhadap serpihan tulang yang ditemukan di belakang rumah tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim Roy Sihombing mengatakan, setelah mencekik kedua korban, tersangka membawa jasad ke rumahnya yang cukup luas sehingga tidak diketahui istri sahnya. Pembakaran dilakukan di belakang rumah tersebut.
“Setelah dia melakukan pembakaran, rencananya untuk dibuang ke sungai, namun masih ada beberapa serpihan tulang yang kita temukan di belakang rumah saat proses pembakaran itu,” ujarnya.
Polisi menyita wadah berisi bahan bakar yang diduga digunakan untuk membakar jasad korban. Selain itu, petugas juga mengamankan alat penggilingan yang kini sedang diperiksa laboratorium forensik.
Kondisi jasad yang telah hancur membuat polisi belum bisa memastikan jenis kelamin dari tulang yang ditemukan. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah serpihan tersebut merupakan bagian dari jasad korban.
“Jangan tanya ini tulang laki-laki atau tulang perempuan, kami tidak bisa mengidentifikasi. Yang jelas apakah ini tulang korban, masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium,” katanya.
Beberapa serpihan tulang telah diserahkan ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan DNA. Namun, hingga konferensi pers digelar, hasil pemeriksaan tersebut belum keluar. Polisi masih menunggu hasil tes DNA untuk mencocokkan temuan dengan keluarga korban.
“Memang ini bersih sekali, artinya kita juga masih mengumpulkan barang bukti apa yang bisa kita jadikan DNA,” ujarnya. [uci/beq]

as a preferred source on Google




