Ringkasan Berita:
- Tiga UMKM batik binaan Bank UMKM Jatim memamerkan produk unggulan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Aceh di Banda Aceh, Senin (19/10/2026).
- Peserta berasal dari Jokotole Collection di Bangkalan, Batik HI di Sidoarjo, dan Batik Tulis Klasik Sekar Melati di Tuban.
- Produk yang dipamerkan meliputi batik tulis, Batik Gentongan khas Madura, busana pria dan wanita, serta aksesori fesyen.
- Misi dagang yang melibatkan 40 pelaku usaha Jawa Timur dan 109 pelaku usaha Aceh mencatat transaksi antardaerah sekitar Rp1,218 triliun.
Banda Aceh (beritajatim.com) – Produk batik dari Kabupaten Tuban, Sidoarjo, dan Bangkalan menarik perhatian pengunjung dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Tiga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim memamerkan beragam produk batik, mulai dari kain batik tulis hingga busana dan aksesori fesyen.
Ketiga UMKM tersebut adalah Jokotole Collection asal Kabupaten Bangkalan, Batik HI dari Kabupaten Sidoarjo, dan Batik Tulis Klasik Sekar Melati dari Kabupaten Tuban. Mereka membawa produk dengan karakter dan keunggulan masing-masing untuk memperkenalkan kerajinan batik Jawa Timur kepada pasar di luar daerah.
Produk yang dipamerkan tidak hanya berupa kain batik tulis halus dan Batik Gentongan khas Madura, tetapi juga rancangan busana pria dan wanita yang memadukan kain batik dengan jahitan bermotif ornamen timbul. Beragam aksesori fesyen, termasuk tas berbahan kombinasi batik dan kulit premium, turut melengkapi koleksi yang ditampilkan.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim Irwan Eka Wijaya Arsyad mengatakan, keikutsertaan ketiga UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendampingi pelaku usaha agar berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Kehadiran tiga nasabah binaan batik kami di Misi Dagang Jatim-Aceh ini adalah wujud komitmen Bank UMKM Jatim untuk mendampingi UMKM naik kelas secara konkret. Kami tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga membukakan akses pasar baru di luar Jawa Timur. Kami optimistis keikutsertaan dalam Misi Dagang ini mampu membangun jaringan kemitraan bisnis baru, memperluas rantai pasok perdagangan, serta meningkatkan daya saing produk UMKM lokal di kancah nasional,” ujar Irwan.
Lapak UMKM binaan Bank UMKM Jatim yang menampilkan kain dan busana batik dengan warna cerah menjadi salah satu perhatian pengunjung. Selain membeli produk, sejumlah pengunjung juga menjajaki peluang kerja sama dan bertukar wawasan mengenai seni pembatikan khas Jawa Timur.
Batik dari Tuban, Sidoarjo, dan Madura tersebut memiliki karakter yang beragam, dengan nilai seni, sejarah, serta keterampilan pengerjaan tangan yang menjadi daya tarik tersendiri. Keikutsertaan dalam pameran lintas provinsi ini membuka kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki potensi pasar baru.
“Keikutsertaan mitra binaan Bank UMKM Jatim dalam Misi Dagang dan Investasi sekaligis mengenalkan batik Jatim yang juga mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Irwan.
Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Aceh tersebut diikuti 40 pelaku usaha dari Jawa Timur dan 109 pelaku usaha dari Aceh. Berbagai komoditas unggulan dipertemukan dalam kegiatan ini, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pangan, perikanan, fesyen, kerajinan, hingga manufaktur.
Berdasarkan rekapitulasi final, kegiatan tersebut mencatat total transaksi perdagangan antardaerah sebesar Rp1.218.708.522.000 atau sekitar Rp1,218 triliun. Nilai itu terdiri atas penjualan produk Jawa Timur ke Aceh senilai Rp1.044.828.522.000 dan pembelian produk oleh pelaku usaha Jawa Timur dari Aceh sebesar Rp173.880.000.000.
Misi dagang tersebut diselenggarakan untuk memperkuat perdagangan antardaerah, memperluas akses pasar, serta mendorong kemitraan ekonomi yang berkelanjutan. Bagi tiga UMKM batik binaan Bank UMKM Jatim, partisipasi dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kerajinan lokal kepada calon pembeli dan mitra bisnis di luar Jawa Timur.
Dukungan pembiayaan dan akses pemasaran diharapkan dapat membantu UMKM mengembangkan usaha, memperluas jaringan perdagangan, serta meningkatkan daya saing produk batik Jawa Timur di pasar nasional. [beq]






