Ringkasan Berita:
- Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra turun langsung memantau ketersediaan BBM di sejumlah SPBU sejak Jumat (16/10/2026).
- Pengecekan dilakukan untuk memastikan pasokan BBM aman, distribusi berjalan lancar, dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
- Hasil pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait menunjukkan pasokan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi di Kabupaten Lamongan terpantau aman dan stabil.
- Polres Lamongan meminta seluruh kapolsek rutin memantau SPBU serta mengimbau masyarakat menghubungi kepolisian atau Call Center Polri 110 jika membutuhkan bantuan pengaturan antrean.
Lamongan (beritajatim.com) – Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra turun langsung memantau ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pelayanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan BBM bagi masyarakat tetap aman dan distribusinya berjalan lancar di wilayah Kabupaten Lamongan.
Pemantauan telah berlangsung sejak Jumat (16/10/2026) sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Salah satu lokasi yang diperiksa adalah SPBU 54.622.08 di Jalan Sunan Drajat Nomor 174, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan.
“Pagi ini, Kami melakukan pengecekan di SPBU 54.622.08 yang berlokasi di Jalan Sunan Drajat 174 Kel.Sidoharjo Kecamatan/Kabupaten Lamongan untuk pastikan ketersediaan BBM dan optimalisasi pelayanan,” kata Adhytiawarman, Senin (19/10/2026).
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres juga memberikan motivasi kepada petugas SPBU agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Petugas diminta mengedepankan prinsip 3S, yakni Senyum, Sapa, dan Salam, sehingga konsumen merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
Untuk memastikan pemantauan berjalan di seluruh wilayah, Adhytiawarman telah memerintahkan seluruh kapolsek jajaran agar secara rutin memonitor kondisi SPBU di wilayah masing-masing. Pengawasan meliputi ketersediaan BBM, kelancaran distribusi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Apabila terjadi antrean panjang, personel kepolisian diminta segera turun tangan membantu pengaturan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap tertib dan aman sekaligus mencegah antrean mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Apabila terjadi antrean panjang, personel kepolisian diminta segera turun tangan membantu pengaturan agar situasi tetap tertib, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait, ketersediaan BBM di Kabupaten Lamongan hingga Senin (19/10/2026) terpantau aman dan stabil. Pasokan BBM, baik bersubsidi maupun nonsubsidi, disebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan BBM tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga pertanian, perikanan, dan industri. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pasokan dan distribusi tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan akibat persoalan ketersediaan BBM.
Di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai ketersediaan BBM dan antrean di sejumlah daerah melalui media sosial maupun platform daring, Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Pendistribusian BBM dari Pertamina ke SPBU juga berjalan normal tanpa ditemukan gangguan signifikan pada rantai pasok maupun antrean panjang,” tambahnya.
Adhytiawarman menyampaikan, masyarakat maupun petugas SPBU dapat berkoordinasi dengan kepolisian terdekat apabila menemukan antrean panjang atau membutuhkan bantuan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian.
“Melalui kegiatan monitoring secara berkelanjutan ini, Polres Lamongan pastikan ketersediaan BBM tetap terjaga, pelayanan publik berjalan optimal, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar situasi kondusif,” pungkasnya. [fak/beq]






