Pamekasan (beritajatim.com) – Dua personel Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Khairul Rasyid dan Maulidi, terlibat dalam kegiatan respons dampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at (18/9/2026).
Keduanya bergabung dalam tim PMI yang melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat selama tiga jam di SD Katolik Ndona II, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, NTT. Mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WITA.
“Respons yang kami lakukan bersama tim meliputi promosi kesehatan dan dukungan psikososial atau PSS (Psychological Support Service), termasuk edukasi kesehatan melalui materi tentang diare, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta cara mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan enam langkah yang benar,” kata Khairul Rasyid kepada beritajatim.com.
Materi tersebut diberikan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman penerima manfaat mengenai kebersihan diri dan pencegahan penyakit, khususnya diare, yang perlu menjadi perhatian dalam situasi pascabencana.
“Selain promosi kesehatan, tim PMI juga melaksanakan kegiatan PSS melalui permainan atau games dan bernyanyi. Kegiatan ini difokuskan dengan menyasar anak-anak sebagai bagian dari dukungan psikososial di tengah kondisi masyarakat terdampak bencana,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 81 orang menjadi penerima manfaat. Mereka terdiri dari 38 laki-laki dan 43 perempuan. “Berdasarkan kelompok usia, penerima manfaat terbanyak berasal dari kelompok usia 5–17 tahun, yakni sebanyak 70 orang, terdiri dari 35 laki-laki dan 35 perempuan. Sementara kelompok usia 18–60 tahun berjumlah 11 orang, terdiri atas tiga laki-laki dan 8 perempuan,” jelasnya.
“Sementara dari kelompok rentan, tercatat hanya satu orang penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat. Serta tidak terdapat ibu hamil, ibu menyusui, maupun orang dengan penyakit kronis atau menahun yang tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan ini,” imbuhnya.
Selain dua personel PMI Pamekasan, kegiatan ini juga melibatkan Aryo Hadianto dari PMI Jakarta Timur, DKI Jakarta, serta diperkuat dua relawan PMI Kabupaten Ende, yakni Ketty Mukin dan Yohana H Riti.
Selain itu, kegiatan tersebut juga turut melibatkan unsur sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan staf SD Katolik Ndona II. “Jadi kegiatan respons ini merupakan bagian dari upaya PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah terdampak gempa bumi di NTT,” tegasnya.
“Dukungan ini diberikan melalui kegiatan promosi kesehatan serta layanan dukungan psikososial yang dilaksanakan secara langsung di lingkungan masyarakat dan sekolah. Sekaligus menunjukkan dukungan personel dari daerah dalam pelaksanaan respons bencana di NTT,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain kegiatan Promkes dan PSS, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan kegiatan sosial lainnya, seperti distribusi bantuan makanan dan non makanan, pendirian hunian. Termasuk pendirian tenda-tenda darurat, distribusi air bersih hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. [pin/but]






