Ringkasan Berita:
- Jefferson Silva menjadi Man of the Match dalam kemenangan Persebaya 1-0 atas PSIM Yogyakarta.
- Assist Jefferson membantu Alex Martins mencetak gol penentu pada menit ke-81.
- Persebaya baru mampu memecah kebuntuan setelah PSIM bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50.
- Jefferson menyebut kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain.
Surabaya (beritajatim.com) – Suara lebih dari 15 ribu penonton menggema di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ketika sundulan Alex Martins akhirnya merobek gawang PSIM Yogyakarta. Gol pada menit ke-81 itu menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat, sekaligus memastikan Persebaya Surabaya menang 1-0 atas PSIM, Minggu (13/9/2026) malam.
“Saya sangat senang bisa membantu tim dengan sebuah assist, dan saya berharap bisa membantu tim dengan lebih banyak assist lagi,” kata Jefferson Junio Antonio Da Silva setelah pertandingan.
Gol itu tidak lahir begitu saja. Persebaya harus menunggu hingga babak kedua untuk menemukan celah di pertahanan PSIM yang semakin rapat setelah kehilangan satu pemain.
PSIM bermain dengan 10 orang sejak menit ke-50 setelah Adrian Cyparian Purzycki menerima kartu merah. Situasi tersebut membuat Persebaya lebih leluasa mengambil inisiatif serangan.
Tim asuhan Bernardo Tavares kemudian terus menekan. Bola beberapa kali dikirim ke kotak penalti melalui umpan silang, tetapi sebagian besar serangan belum menghasilkan gol.
Pada menit ke-74, peluang sebenarnya sudah terbuka. Jefferson mengirimkan umpan mendatar di depan gawang PSIM. Namun, Miguel Pereira dan Alex Martins gagal menyelesaikan peluang tersebut.
Tujuh menit kemudian, kombinasi umpan silang dan pergerakan tanpa bola akhirnya membuahkan hasil.
Serangan bermula dari Kapten Rivera yang mengirim bola dari sisi kanan tengah lapangan menuju area depan sebelah kiri. Jefferson kemudian membaca arah bola sekaligus pergerakan Alex Martins.
Alex berada di bawah kawalan ketat Johannes Daniel Maria Van Der Avert, bek PSIM asal Belanda. Namun, penyerang Persebaya itu berhasil melepaskan sundulan yang mengarah ke gawang Cahya Supriyadi.
Bola bersarang di gawang pada menit ke-81. Stadion GBT pun bergemuruh.
Bagi Jefferson, assist tersebut melengkapi penampilannya sepanjang pertandingan. Ia tidak hanya membantu membangun serangan, tetapi juga beberapa kali menjadi penghubung bola menuju lini depan.
Penampilannya kemudian membuat Jefferson dinobatkan sebagai Man of the Match.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai efektivitas umpan silang menjadi salah satu faktor yang membantu timnya mendapatkan kemenangan. Namun, ia juga melihat masih ada pekerjaan rumah di lini depan.
“Kami memiliki umpan-umpan silang yang bagus, namun tidak ada yang menuntaskannya menjadi gol, baik di babak pertama maupun babak kedua,” kata Tavares.
Menurut Tavares, PSIM mampu membuat Persebaya kesulitan meski bermain dengan 10 pemain. Para pemain PSIM menutup ruang dan membatasi akses bola menuju area berbahaya.
“Mereka (PSIM) menutup ruang gerak dan membatasi akses terhadap bola. Lihat saja berapa kali bola dikirimkan ke kotak penalti tanpa ada pemain yang berani menyambutnya; hal itu membuat kami sulit mencetak gol,” katanya.
Kemenangan 1-0 tersebut akhirnya menjadi milik Persebaya. Di balik satu gol Alex Martins, ada sebuah rangkaian umpan yang dimulai dari Rivera, dibaca Jefferson, lalu diselesaikan Alex dengan sundulan.
Jefferson menyebut tiga poin yang diraih Persebaya bukan hasil kerja satu pemain. Ia menilai kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh tim dan berharap dapat terus memberikan kontribusi pada pertandingan berikutnya. [rma/beq]






