Pamekasan (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat tingginya kasus penyakit tidak menular (PTM) di wilayah setempat. Berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, terdapat sekitar 13 ribu kasus hipertensi dan 5 ribu lainnya tercatat dalam kasus diabetes melitus.
Selain itu, berdasarkan data sepanjang 2025, Dinkes Pamekasan juga mencatat sekitar 3 ribu kasus penyakit jantung, 1.400 kasus stroke, 100 kasus kanker payudara, serta 27 kasus kanker serviks yang telah terlaporkan.
“Kasus PTM ini dari tahun ke tahun terus meningkat, paling banyak kami temukan di antaranya hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung hingga kanker. Bahkan sekarang banyak pasien usia muda yang sudah mengalami diabetes maupun hipertensi akibat berbagai faktor risiko,” kata Koordinator Program Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA Dinkes Pamekasan, Roviki, Senin (27/7/2026).
Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya di lingkungan Dinkes Pamekasan. Terlebih PTM menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematian. “Sebagian besar kasus PTM juga dipengaruhi oleh pola hidup kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kebiasaan merokok,” ungkapnya.
“Dan memang PTM ini merupakan penyakit yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain, namun membutuhkan penanganan jangka panjang sehingga menguras biaya, tenaga, dan waktu pasien maupun keluarganya,” jelasnya.
Untuk itu, Dinkes Pamekasan terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), skrining rutin, edukasi di masyarakat, Posbindu PTM, promosi kesehatan hingga pemanfaatan media digital.
“Karena yang pasti, pelayanan kepada pasien PTM tidak hanya sebatas pemberian obat, tetapi juga pendampingan, edukasi, hingga pemantauan kepatuhan berobat,” pungkasnya. [pin/but]






