Situbondo, (beritajatim.com) – Sebuah rumah milik lansia berusia 91 tahun di Kampung Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, ambruk akibat diterjang angin kencang pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah, Sumadiah (91), telah mengungsi ke rumah anaknya sejak lima hari sebelum kejadian karena kondisi bangunan yang sudah rapuh dan dikhawatirkan roboh.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan rumah yang roboh merupakan bangunan semi permanen dengan kondisi rusak berat.
“Rumah tersebut ambruk saat terjadi angin kencang. Alhamdulillah tidak ada korban karena sebelumnya ibu Sumadiah sudah diungsikan ke rumah anaknya yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong,” kata Puriyono.
Ia menjelaskan, rumah berukuran sekitar 7 x 5 meter dengan tinggi sekitar 3 meter itu diperkirakan mengalami kerugian material mencapai sekitar Rp25 juta.
Usai menerima laporan dari anggota Koramil Banyuputih, tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur terkait.
“Petugas melakukan kaji cepat terhadap kerusakan dan kebutuhan pascabencana. Selanjutnya akan dilakukan penyaluran bantuan logistik sesuai hasil asesmen di lapangan,” ujarnya.
Selain BPBD, penanganan kejadian juga melibatkan Kecamatan Banyuputih, Polsek Banyuputih, Koramil Banyuputih, Tagana Dinas Sosial, Pemerintah Desa Sumberwaru, perangkat dusun, serta warga sekitar.
Puriyono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama yang memiliki rumah dengan kondisi bangunan sudah tua atau rapuh. Jika dinilai membahayakan, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman saat cuaca ekstrem terjadi,” pungkasnya. (awi/aje)






