Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) melalui program FISIP Bakti Desa (FBD) Kelompok 38 menggelar Sosialisasi Edukasi Pra-Pendaftaran Pekerja Migran bagi warga Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (25/7/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat pedesaan terkait tata cara menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang legal, aman, dan sesuai regulasi. Upaya tersebut diusung demi meminimalisasi serta mencegah maraknya praktik penempatan PMI secara nonprosedural di kawasan Malang Raya.
Agenda yang dihadiri sekitar 50 peserta dari unsur perangkat desa hingga perwakilan warga setempat ini merupakan wujud nyata kerja sama antara FISIP UB dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serta International Labour Organization (ILO).
Tak hanya itu, aksi berskala multipihak ini turut didukung oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Malang, hingga Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Malang.
Hadir sebagai pembicara, Pengantar Kerja Ahli Muda sekaligus Koordinator P4MI Malang, Guntar Sabhara, memaparkan materi bertajuk “Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman.”
Dalam sesi materi, Guntar membeberkan deretan peluang karier di mancanegara yang bisa diakses calon PMI secara sah. Ia mengimbau warga agar menempuh alur resmi sejak fase pendaftaran demi menggaransi jaminan hukum penuh.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri lewat jalur yang tidak resmi,” ujar Guntar di sela-sela pemaparannya.
Guntar menegaskan bahwa kepatuhan terhadap alur penempatan, pemenuhan dokumen yang sah, serta pemanfaatan layanan pemerintah menjadi fondasi vital untuk membendung ancaman eksploitasi, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), maupun bentuk pelanggaran hak-hak pekerja lainnya.
Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FBD Kelompok 38, Novy Setia Yunas, menyatakan bahwa agenda edukasi ini merupakan cerminan komitmen akademis FISIP UB dalam menghadirkan program pengabdian yang responsif atas dinamika dan tantangan sosial di tingkat tapak.
Pria yang akrab disapa Yunas ini berharap kerja sama lintas sektor tersebut tidak cuma berhenti pada kegiatan edukasi sebatas seremonial semata, melainkan mampu menjelma sebagai model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
“Melalui FISIP Bakti Desa, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pilot project bagi pengembangan program serupa di desa-desa yang merupakan kantong pekerja migran, khususnya di wilayah Malang, Blitar, dan Tulungagung,” tutur Yunas.
Lebih lanjut, Yunas menuturkan bahwa sinergi strategis ini diharapkan membawa dampak lanjutan yang konkret.
“Dengan demikian, implementasi kerja sama antara FISIP UB dan KP2MI dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya pada aspek pelindungan pekerja migran, tetapi juga pemberdayaan keluarga dan komunitas pekerja migran secara berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Yunas, insan akademisi perguruan tinggi mengemban peran sentral dalam menyokong agenda pembangunan nasional melalui jalur edukasi dan penguatan literasi masyarakat.
Inisiatif terpadu yang memadukan peran FISIP UB, KP2MI, ILO, BP3MI Jawa Timur, P4MI Malang, SBMI Kabupaten Malang, Pemerintah Desa Ngabab, serta warga setempat ini difungsikan untuk memperkuat ketahanan warga desa dari iming-iming pengerahan tenaga kerja ilegal.
“Pengabdian ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” kata Yunas menutup. (dan/kun)






