Ringkasan Berita:
- Menara bersejarah PP Bahrul Ulum Tambakberas menjadi ikon logo Muktamar ke-35 NU karena memiliki nilai sejarah dan filosofi persatuan.
- Menjelang muktamar Agustus 2026, menara tersebut dipercantik dengan pengecatan ulang bernuansa putih dan emas tanpa mengubah struktur bangunan.
- Panitia lokal terus mengebut kesiapan venue, fasilitas pendukung, dan rekayasa lalu lintas untuk menyukseskan Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Jombang (beritajatim.com) – Menara bersejarah di Masjid Induk Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, yang menjadi ikon dalam logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), kini dipercantik menjelang pelaksanaan agenda besar warga Nahdliyin tersebut.
Pembaruan tampilan dilakukan melalui pengecatan ulang tanpa mengubah struktur asli bangunan yang telah berdiri sejak era pra-kemerdekaan.
Menara melingkar yang menjadi salah satu bangunan tertua di lingkungan PPBU Tambakberas itu dipilih sebagai elemen utama dalam logo Muktamar ke-35 NU. Selain bentuk menara, logo tersebut juga memuat angka 3 dan 5 yang dirancang dengan konsep visual khusus sebagai penanda pelaksanaan muktamar ke-35.
Menjelang pelaksanaan muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026, menara tersebut mendapatkan sentuhan estetika agar tampil lebih bersih dan menarik. Perpaduan warna putih bersahaja dengan aksen emas diterapkan untuk memperkuat identitas visual yang selaras dengan logo resmi Muktamar ke-35 NU.
Ketua Umum Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan menara tersebut memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat bagi pesantren maupun warga Nahdliyin. Menurut sosok yang akrab disapa Gus Rozaq itu, bentuk arsitektur menara yang melingkar menggambarkan semangat persatuan, kebersamaan, dan keutuhan.
“Menara ini dibangun sebelum Indonesia merdeka. Bentuknya yang melingkar menggambarkan persatuan, bahwa dalam kondisi apa pun kita harus tetap bahu-membahu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Gus Rozaq yang juga Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke 35 NU di Tambakberas, Jumat (24/7/2026).
Selain bentuk melingkar yang merepresentasikan persatuan, keberadaan menara yang menjulang tinggi juga dimaknai sebagai simbol semangat perjuangan dan keteguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa penjajahan.
Gus Rozaq memastikan proses pembaruan menara hanya dilakukan pada aspek visual berupa pengecatan ulang. Struktur dan bentuk asli bangunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan sejarah PPBU Tambakberas.

“Ini bukan renovasi yang mengubah bangunan, tetapi hanya pemolesan tampilan agar lebih indah dalam menyambut Muktamar ke-35 NU,” ujar Gus Rozaq.
Selain mempercantik ikon menara, panitia lokal juga terus mempercepat persiapan infrastruktur lokasi utama muktamar. Seluruh pekerjaan fisik venue ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 sebelum dilakukan verifikasi dan peninjauan kelayakan oleh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengurukan lahan untuk area bazar dan parkir kendaraan, serta penambahan fasilitas sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK) untuk menunjang kenyamanan peserta dan tamu selama kegiatan.
Dari sisi mobilitas, panitia telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan di kawasan inti pesantren. Kendaraan umum tidak diperbolehkan masuk ke area utama, sementara peserta akan diturunkan di titik drop-off jalan utama dan diantar menuju lokasi muktamar menggunakan armada kendaraan listrik berupa golf car.
Sterilisasi kawasan inti hanya memberikan akses bagi kendaraan pengasuh pesantren dan tamu VIP. Kebijakan tersebut diterapkan agar kegiatan muktamar berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas harian masyarakat sekitar Tambakberas.
Persiapan Muktamar ke-35 NU di Jombang juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang melalui perbaikan jalan, pembersihan saluran sungai, hingga peremajaan penerangan jalan umum. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan daerah dalam menyambut ribuan peserta dan tamu yang akan hadir. [suf]






