Ringkasan Berita:
- Sat Res PPA PPO Polresta Sidoarjo memberikan edukasi bahaya dan pencegahan HIV/AIDS kepada siswa SD dan SMK.
- Sosialisasi digelar di SDN Cemengkalang dan SMK YPM 8 Sarirogo dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
- Polisi menekankan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini untuk membangun kesadaran pelajar terhadap perilaku hidup sehat.
- Polresta Sidoarjo mengajak sekolah, guru, dan orang tua bersinergi dalam memberikan informasi kesehatan yang benar kepada anak.
Sidoarjo (beritajatim.com) – Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Sat Res PPA PPO) Polresta Sidoarjo menggelar sosialisasi mengenai bahaya dan pencegahan HIV/AIDS kepada para siswa SDN Cemengkalang dan SMK YPM 8 Sarirogo, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan edukatif tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sekaligus memanfaatkan momentum peringatan Hari Anak Nasional.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai pengertian HIV/AIDS, dampak yang ditimbulkan, cara penularan yang benar, serta berbagai langkah pencegahan. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuhnya generasi sehat, berpengetahuan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Kasat Res PPA PPO Polresta Sidoarjo, Kompol Rohmawati Lailah, mengatakan edukasi kesehatan sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran anak-anak dan remaja agar mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko di masa mendatang.
“Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum yang tepat untuk memberikan edukasi kepada anak-anak dan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini tentang apa itu HIV/AIDS, bagaimana cara pencegahannya, serta membangun kepedulian agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Kompol Rohmawati Lailah, Jumat (24/7/2026).
Menurut Rohmawati, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus menjadi media penyampaian informasi kesehatan yang benar. Karena itu, pendidikan mengenai isu-isu kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.
“Sinergi antara kepolisian, sekolah, guru, dan orang tua sangat diperlukan dalam memberikan edukasi yang tepat kepada anak. Dengan pengetahuan yang benar, diharapkan anak-anak mampu menjaga diri dan menjadi agen penyebar informasi positif di lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Sidoarjo berharap para siswa tidak hanya memahami pengertian HIV/AIDS, tetapi juga mengetahui dampak dan bahayanya serta memiliki wawasan mengenai langkah-langkah pencegahan. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk perilaku hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian pelajar terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. [isa/beq]






