Ringkasan Berita:
- Kebakaran melanda kandang kambing yang berdampingan dengan dapur rumah warga di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Magetan.
- Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang ditinggal pemilik rumah sebelum benar-benar padam.
- Damkar Magetan mengerahkan dua mobil pemadam, satu kendaraan rescue, dan satu water supply untuk memadamkan api.
- Kerugian ditaksir mencapai Rp27 juta, sementara Damkar mengimbau warga lebih waspada terhadap potensi kebakaran saat musim kemarau.
Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran melanda sebuah kandang kambing yang berdampingan dengan dapur rumah warga di Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jumat (24/7/2026). Api diduga berasal dari aktivitas memasak menggunakan kayu bakar yang ditinggal pemilik rumah sebelum benar-benar padam, kemudian merambat hingga membakar kandang ternak.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan, Dovi Saputra, mengatakan laporan kebakaran diterima dari wilayah Desa Jomblang. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar setelah menjalar dari dapur menuju kandang kambing yang berada tepat di sebelahnya.
“Ini tadi dari Damkar ada laporan terjadi kebakaran di Desa Jomblang, Takeran. Untuk yang terbakar ada kandang kambing yang gandeng dengan dapur masak,” kata Dovi, Jumat (24/7/2026).
Menurut Dovi, kebakaran bermula ketika pemilik rumah memasak nasi menggunakan kayu bakar. Setelah itu, pemilik meninggalkan rumah tanpa mengetahui api masih menyala dan kemudian membesar hingga menyambar bangunan di sekitarnya.
“Untuk penyebabnya dari pemilik rumah masak nasi di kayu, tinggal pergi. Tidak tahu ternyata apinya sudah besar, merambat membakar kandang kambing,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, kandang kambing mengalami kerusakan. Dovi menyebut sejumlah ternak menjadi korban dalam insiden tersebut.
Untuk mempercepat proses pemadaman, Damkar Magetan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit kendaraan rescue, dan satu unit water supply. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Untuk tim Damkar ini tadi menerjunkan dua unit mobil pemadam, satu unit rescue dan satu water supply,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pendataan bersama pemilik rumah, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp27 juta.
Sementara itu, pemilik kambing, Suyono Edi Sucipto, mengatakan warga sekitar turut membantu memadamkan api sebelum petugas Damkar tiba. Mereka menggunakan selang air untuk mengurangi kobaran api agar tidak semakin meluas.
Terkait kondisi ternaknya, Suyono meluruskan bahwa tidak semua kambing yang berada di kandang menjadi korban. Dari total ternak yang ada, satu ekor kambing mati, enam ekor berhasil diselamatkan, sedangkan tiga ekor lainnya lepas dan kabur saat kebakaran berlangsung.
“Yang mati satu ekor, yang selamat enam ekor, yang kabur tiga ekor,” kata Suyono.
Damkar Magetan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika kondisi cuaca kering dan angin dapat mempercepat penyebaran api.
Dovi meminta warga memastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, khususnya setelah memasak menggunakan kayu bakar maupun saat membakar sampah.
“Untuk warga masyarakat di Kabupaten Magetan tetap selalu hati-hati dan selalu waspada. Kalau misalkan mau bakar sampah, tolong untuk disekat atau dihilarkan dulu. Terus kalau misalkan mau masak di dapur, kalau misalkan mau pergi jangan lupa selalu dicek kembali apakah masih ada yang nyala,” pungkasnya. [fiq/beq]






