Mojokerto (beritajatim.com) – Ketimpangan sosial dan kondisi warga rentan di daerah terus menyita perhatian jajaran pimpinan daerah. Langkah cepat harus segera diambil tatkala ada warga tak berdaya yang terpaksa bertahan hidup dalam kondisi hunian sangat memprihatinkan.
Musibah kesehatan yang berpadu dengan keterbatasan ekonomi membuat penanganan tak cukup sekadar wacana. Kehadiran negara di tengah kesulitan warga menjadi penentu kelangsungan hidup mereka yang membutuhkan bantuan darurat.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau langsung kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Yudi Hartono (60), seorang warga yang menderita stroke di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kamis (23/7/2026).
Saat tiba di lokasi, Gus Barra (sapaan akrab sang bupati) mengecek fisik bangunan yang lapuk sekaligus memantau kondisi kesehatan Yudi yang menderita penyakit stroke hingga butuh perhatian ekstra.
Melihat kondisi tersebut, Pemkab Mojokerto sempat mengusulkan agar Yudi mendapatkan perawatan intensif melalui Dinas Sosial (Dinsos). Namun, opsi tersebut belum disetujui oleh pihak keluarga yang masih ingin merawatnya sendiri.
“Kami sudah berkomunikasi tadi agar orang tuanya dirawat oleh Dinsos, tapi keluarga belum berkenan. Kami berpesan kepada masyarakat sekitar untuk ikut serta menjaga Pak Yudi yang tinggal bersama Mas Diki (anak kedua pemilik rumah), dan kami juga berharap Mas Diki juga memberikan perhatian kepada ayahnya,” ungkapnya.
Guna memberikan tempat tinggal yang layak dan higienis, Pemkab Mojokerto melangkah cepat dengan menyiapkan renovasi total rumah tersebut melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKPP).
Masalah air bersih yang sempat terputus juga langsung diselesaikan di tempat dengan melibatkan Direksi Perumdam Majapahit secara langsung.
“Material-materialnya akan segera disiapkan oleh Dinas DPRKP2, dan PDAM-nya ini tidak ada airnya karena PDAM-nya terputus. Ini ada Kepala PDAM, Perumdam Majapahit, nanti akan membantu untuk pemasangan PDAM-nya, gratis. Pemakaian gratis 10 meter kubik per bulan,” tegasnya.
Usai dari rumah Yudi, Gus Barra menyisir sasaran RTLH lainnya milik warga berkebutuhan khusus di lokasi tak jauh. Peninjauan marathon ini mempertegas komitmen Pemkab Mojokerto dalam mengentaskan hunian tak layak bagi kelompok rentan secara cepat dan tepat sasaran. [tin/ian]






