Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa semester dua Manajemen Bisnis Digital, Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sukses membangun aplikasi bisnis mandiri. Mereka memakai kecerdasan buatan lewat pendekatan vibe coding.
Inovasi ini lahir dari tuntutan adaptasi teknologi di dunia usaha masa kini. Karya tersebut dipamerkan pada ujian proyek Technopreneur di Auditorium ISTTS.
“Keberhasilan sebuah usaha saat ini tidak hanya ditentukan kualitas produk, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi,” kata Dosen Pengampu Technopreneur ISTTS, Ardalina Luvitasari Candra Gunawan, Kamis (23/7/2026).
Salah satu karya menonjol dalam pameran tersebut adalah Indomi Nite. Kelompok ini mengusung konsep kuliner kekinian sekaligus membangun aplikasi pemesanan digital secara utuh.
“Kegiatan ini melatih mahasiswa kami tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, presentasi, dan ketajaman analisis bisnis,” jelas Ardalina.
Konsumen dapat melihat menu interaktif hingga simulasi transaksi lewat antarmuka buatan mahasiswa. Selain Indomi Nite, terdapat karya lain seperti Sosis Kui, Snack Barz, dan Milo Jely.
Pengembangan sistem ini mendapat dukungan pengetahuan dari program Vibe Coding oleh Google Developer Groups. Mahasiswa belajar menyusun alur kerja menggunakan kecerdasan buatan.
Berbekal sertifikat dari program tersebut, mereka dinilai siap membawa sistem ke ekosistem bisnis nyata. Langkah ini mencetak wirausahawan muda yang melek digital. [ipl/ted]






