Ringkasan Berita
- Kondisi rumput Stadion Surajaya Lamongan tampak belang akibat tingginya intensitas penggunaan lapangan dan cuaca panas.
- Disbudporapar Lamongan menyebut kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan rumput.
- Lapangan utama akan disterilkan mulai pekan kedua Agustus setelah Piala Soeratin selesai digelar.
- Pengelola memastikan Stadion Surajaya siap digunakan untuk Pegadaian Championship musim 2026-2027 pada September mendatang.
Lamongan (beritajatim.com) – Kondisi rumput Stadion Surajaya Lamongan tengah menjadi sorotan setelah warnanya tampak belang di sejumlah bagian lapangan. Meski demikian, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Lamongan memastikan kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan dan tidak akan mengganggu kesiapan stadion menyambut kompetisi Pegadaian Championship musim 2026-2027 yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Keolahragaan Disbudporapar Kabupaten Lamongan, Fauzan Badri, mengatakan kondisi rumput yang belum seragam dipengaruhi tingginya intensitas penggunaan lapangan dalam beberapa waktu terakhir. Selain dipakai untuk sejumlah turnamen, cuaca panas juga turut memengaruhi proses pertumbuhan rumput.
“Memang butuh waktu pemulihan, karena kemarin intensitas penggunaan lapangan cukup tinggi, setelah dipakai untuk beberapa kali turnamen, dan faktor cuaca yang juga cukup panas,” kata Fauzan, Rabu (22/7/2026).
Menurut Fauzan, pihaknya terus mempercepat proses pemulihan rumput agar kualitas lapangan kembali optimal sebelum Pegadaian Championship musim 2026-2027 dimulai. Berbagai langkah perawatan telah disiapkan, termasuk melakukan sterilisasi lapangan utama setelah seluruh agenda pertandingan selesai digelar.
Untuk mengoptimalkan pemulihan rumput, Disbudporapar selaku pengelola Stadion Surajaya telah menyusun skema sterilisasi lapangan utama. Sterilisasi total dijadwalkan mulai berlaku efektif pada pekan kedua Agustus, setelah seluruh rangkaian pertandingan Piala Soeratin rampung dilaksanakan.
“Rencananya tanggal 4 Agustus nanti merupakan agenda terakhir untuk gelaran Piala Soeratin. Setelah itu, stadion baru benar-benar steril di minggu kedua bulan Agustus untuk fokus penuh pada perawatan rumput. Saya pastikan pada saat Championship bergulir, kondisi rumput lapangan sudah dalam keadaan baik dan maksimal,” tuturnya.
Selain fokus pada pemulihan lapangan, Disbudporapar juga mengebut renovasi sejumlah fasilitas pendukung Stadion Surajaya. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan kembali sekitar 2.400 unit kursi penonton di tribun ekonomi dan VIP yang sebelumnya dilepas untuk memperbaiki titik kebocoran pada sambungan beton pracetak (precast) tribun.
Tak hanya itu, pembenahan fasilitas lain juga terus dilakukan, mulai dari perbaikan plafon hingga pagar luar stadion. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum kompetisi dimulai sehingga Stadion Surajaya siap memberikan kenyamanan bagi pemain maupun suporter.
“Selain itu, pembenahan fasilitas pendukung lain seperti perbaikan plafon dan pagar luar stadion juga masuk dalam daftar pengerjaan,” pungkasnya. [fak/beq]






