Banyuwangi (beritajatim.com) – Perjuangan tanpa kenal lelah ratusan petugas gabungan di pesisir selatan Banyuwangi akhirnya membuahkan hasil di tengah suasana duka yang mendalam. Operasi pencarian korban kecelakaan perahu nelayan terbalik yang sempat hilang tersapu ombak kini mulai menemui titik terang.
Suasana haru menyelimuti kawasan pesisir saat petugas berhasil membawa tubuh salah satu korban kembali ke daratan. Langkah cepat tim evakuasi langsung disambut tangis pecah dari pihak keluarga yang menanti kepastian sejak hari pertama insiden terjadi.
Tim SAR Gabungan mengonfirmasi penemuan satu korban kecelakaan perahu nelayan yang terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa menjelaskan bahwa korban ditemukan pada hari kedua Operasi SAR setelah penyisiran intensif dilakukan sejak pagi. Operasi pencarian diawali briefing pukul 07.00 WIB dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melaksanakan pencarian visual di atas permukaan laut menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan SRU 2 menyisir sepanjang garis Pantai Grajagan. Kerja keras tersebut membuahkan hasil saat petugas menemukan jasad korban pada pukul 13.40 WIB.
Korban teridentifikasi bernama Sutris (34), warga Dusun Tegalsari, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Jasad korban ditemukan mengapung pada koordinat 8°36’0.768″ LS dan 114°13’30.49″ BT, sekitar 0,43 nautical mile dari lokasi kejadian. Petugas langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju rumah duka.
Pencarian Korban Terakhir Masih Terus Dilanjutkan
Hingga saat ini, dari total dua korban dalam musibah kecelakaan perahu maut tersebut, satu korban telah ditemukan meninggal dunia sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang di perairan.
Pelaksanaan operasi di lapangan didukung kondisi cuaca yang cukup bersahabat dengan kondisi cerah, tinggi gelombang berkisar 0,5–1 meter, serta kecepatan angin 7–9 km/jam. Kondisi ini memungkinkan seluruh potensi SAR gabungan dari TNI AL, Polairud, BPBD, hingga nelayan setempat bekerja secara optimal.
Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan untuk menemukan keberadaan satu korban tersisa. Pihak Basarnas mengapresiasi tinggi sinergi seluruh unsur dan warga nelayan yang bahu-membahu menyisir laut demi kemanusiaan. [tar/ian]






