Surabaya (beritajatim.com) — Kabar baik bagi para pecinta alam dan pendaki di Jawa Timur. Jalur pendakian Bukit Cendono yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo resmi kembali dibuka mulai Selasa, 21 Juli 2026, setelah sebelumnya ditutup sementara akibat kebakaran hutan yang terjadi di lereng Gunung Anjasmoro.
Penutupan jalur pendakian dilakukan sejak 14 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi demi menjaga keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk menangani kebakaran hutan yang sempat melanda sekitar kawasan tersebut. Setelah kondisi dinilai lebih aman, pengelola akhirnya mengizinkan kembali aktivitas wisata alam dan pendakian.
Pengumuman pembukaan kembali ini disampaikan langsung melalui media sosial resmi akun media sosial Bukit Cendono, di bawah naungan Pengelola Tahura Raden Soerjo. Dalam unggahannya, pengelola mengajak seluruh pengunjung untuk tetap menjaga kelestarian alam selama berada di kawasan Bukit Cendono.
“Pendakian Bukit Cendono kembali dibuka untuk umum. Mari tetap jaga alam, patuhi aturan, dan nikmati keindahan Bukit Cendono dengan penuh tanggung jawab,” tulis pengelola dalam unggahan tersebut.
Meski jalur telah kembali dibuka, seluruh pendaki, baik yang melakukan pendakian tektok maupun berkemah (camping), diwajibkan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran kembali sekaligus menjaga ekosistem hutan yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna.
Pengunjung diwajibkan membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama pendakian. Pendaki juga dilarang menyalakan api secara langsung di area hutan, kecuali menggunakan peralatan memasak portabel yang aman dan terkendali. Selain itu, setiap pengunjung diminta tidak merusak vegetasi, mengganggu satwa liar, maupun merusak fasilitas yang tersedia di sepanjang jalur pendakian.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Pendaki diimbau memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan pendakian yang memadai, serta melakukan registrasi di basecamp sebelum memulai perjalanan menuju puncak.
Pengelola menetapkan jam operasional pendakian mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Pendaki diharapkan menyesuaikan waktu keberangkatan agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman.
Bukit Cendono sendiri berada di ketinggian sekitar 1.131 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Timur. Jalurnya yang relatif bersahabat menjadikan bukit ini cocok bagi pendaki pemula maupun mereka yang ingin menikmati pendakian singkat atau tektok.
Selain menawarkan panorama pegunungan yang hijau, Bukit Cendono juga memiliki daya tarik berupa aliran sungai yang jernih, udara sejuk khas pegunungan, serta sejumlah titik panorama yang kerap menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit maupun beristirahat.
Selama masa penutupan sekitar satu pekan terakhir, banyak calon pendaki yang terpaksa menunda rencana perjalanan mereka. Karena itu, kabar pembukaan kembali jalur pendakian disambut antusias oleh komunitas pecinta alam maupun warganet.
Di media sosial, sejumlah pendaki mengaku sudah tidak sabar menjadwalkan kembali pendakian ke Bukit Cendono. Banyak di antara mereka berencana melakukan pendakian tektok untuk menikmati suasana alam yang kembali hijau setelah kawasan dinyatakan aman untuk dikunjungi.
Meski demikian, pengelola mengingatkan bahwa dibukanya kembali jalur pendakian bukan berarti ancaman kebakaran hutan sepenuhnya hilang. Kesadaran seluruh pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian Tahura Raden Soerjo. (fyi/but)






