Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyosialisasikan Program Beasiswa Sarjana Talenta Berprestasi (Pro Bestari) Tahun 2026. Sosialisasi dilakukan di tiga kelurahan, yakni Surodinawan, Mentikan, dan Meri sebagai upaya memastikan informasi beasiswa menjangkau lebih banyak warga.
Ning Ita (sapaan akrab, red) mengatakan, sosialisasi secara tatap muka dilakukan sebagai strategi jemput bola untuk melengkapi penyebaran informasi yang selama ini dilakukan melalui surat resmi maupun media sosial. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah mahasiswa asal Kota Mojokerto yang mengetahui peluang beasiswa sehingga tidak melewatkan masa pendaftaran.
“Kami memang tidak memiliki kewenangan mengelola perguruan tinggi. Namun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, salah satunya melalui indeks pendidikan. Karena itu kami ingin semakin banyak warga Kota Mojokerto yang mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana,” ungkapnya, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, Program Pro Bestari telah berjalan selama enam tahun sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Pada 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mendukung program tersebut.
“Yang selama ini menjadi keluhan orang tua bukan hanya biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup anak selama kuliah. Karena itu program ini kami hadirkan agar dapat membantu meringankan beban tersebut. Tolong informasi ini disampaikan kepada anak, saudara, tetangga, dan masyarakat sekitar supaya semakin banyak yang bisa memanfaatkan program ini,” pungkasnya.
Pendaftaran Beasiswa Pro Bestari Tahun 2026 akan dibuka mulai 1 Agustus 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, hingga mekanisme pendaftaran dapat diakses melalui media sosial Dispora maupun Pemkot Mojokerto.
Selain Pro Bestari, Pemkot Mojokerto juga bersinergi dengan BAZNAS Kota Mojokerto melalui program Satu Rumah Satu Sarjana yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut telah berjalan selama empat tahun sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. [tin/but]







