Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Miseri Efendy melakukan sidak proyek penahan dinding Dam Tempuran di Kecamatan Bungkal, Ponorogo.
- Sidak dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan berkualitas.
- Proyek yang dibiayai APBD Jawa Timur itu diharapkan melindungi permukiman serta lahan pertanian dari ancaman bencana.
- Pengawasan akan terus dilakukan hingga proyek rehabilitasi pascabencana tersebut selesai.
Ponorogo (beritajatim.com) – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan penahan dinding Dam Tempuran di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Senin (20/7/2026).
Sidak dilakukan untuk memastikan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Timur tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Peninjauan lapangan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Proyek tersebut dinilai memiliki peran strategis karena berfungsi melindungi kawasan pertanian dan permukiman warga di sekitar Dam Tempuran dari potensi bencana akibat luapan air.
Miseri Efendy mengatakan pengawasan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Penahan Dinding Dam Tempuran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur menjadi perhatian kami di Komisi D. Kami memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tepat waktu, dan memberikan keamanan bagi warga dan petani di Desa Padas dan Dukuh Duwet Desa Bancar dari ancaman bencana,” jelas Miseri Efendy.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, pekerjaan pasangan batu pada penahan dinding telah berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat konstruksi tanggul Dam Tempuran sehingga risiko luapan air saat musim hujan dapat diminimalkan.
Selain memperkuat struktur dam, pembangunan penahan dinding juga diharapkan mampu melindungi lahan pertanian milik warga dari ancaman kerusakan akibat aliran air yang meluap.
Karena itu, Komisi D DPRD Jawa Timur menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap mutu pekerjaan hingga proyek dinyatakan selesai.
“Pengawasan kamk lakukam ketat, supaya bisa bermanfaat kepada masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Dalam sidak tersebut, Miseri Efendy didampingi Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono beserta perangkat desa. Turut hadir Kasi Trantib Kecamatan Bungkal Rasid Purwanadi dan Bhabinkamtibmas Desa Bancar Polsek Bungkal Aipda Dhony Setiawan Noorharmoko yang ikut meninjau langsung progres pembangunan di lokasi. [end/beq]






