Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 500 peserta didik baru dari SMKN 1 Magetan dan SMAN 3 Magetan mendapatkan pembinaan karakter langsung dari Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Jumat (17/7/2026). Melalui kegiatan tersebut, para pelajar dibekali nilai-nilai disiplin, integritas, nasionalisme, serta edukasi mengenai bahaya perundungan, narkoba, judi online, dan pentingnya bijak menggunakan media sosial.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Inspol Ismiadi, Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, tepat di depan Polsek Magetan, diikuti sekitar 500 siswa baru yang terdiri atas 180 peserta didik SMKN 1 Magetan dan 320 peserta didik SMAN 3 Magetan. Mereka hadir didampingi kepala sekolah serta guru pendamping dari masing-masing sekolah.
Pembinaan karakter tersebut menjadi bagian dari rangkaian MPLS yang bertujuan membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, memahami tata tertib dan budaya sekolah, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta karakter positif sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.
Selain penguatan karakter, para siswa juga mendapatkan materi mengenai wawasan kebangsaan, pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman judi online, pencegahan perundungan (bullying), hingga etika bermedia sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan masa sekolah merupakan fase penting untuk membangun karakter yang akan menjadi bekal bagi para pelajar dalam menghadapi masa depan.
“Anak-anak ini telah memilih untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. Masa sekolah bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar AKBP Erik.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh sikap disiplin, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan setiap kewajiban.
Kapolres juga mengingatkan para peserta didik agar menjadikan disiplin dan integritas sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan di sekolah maupun di masyarakat.
“Saya mengajak seluruh peserta didik untuk selalu menjunjung tinggi disiplin karena disiplin adalah kunci keberhasilan dalam segala bidang. Biasakan datang tepat waktu, menaati tata tertib sekolah, menghormati guru, serta bertanggung jawab terhadap setiap tugas yang diberikan. Jadilah pribadi yang berintegritas, jujur, dan dapat dipercaya. Hindari segala bentuk kecurangan, perundungan (bullying), kekerasan, penyalahgunaan narkoba, judi online, maupun penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak masa depan kalian,” tegas Kapolres.
Suasana pembinaan berlangsung interaktif. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti sesi dialog dan tanya jawab bersama Kapolres. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari dampak judi online terhadap generasi muda, bahaya penyalahgunaan narkoba, cara mencegah bullying di lingkungan sekolah, hingga etika menggunakan media sosial secara bijak.
Materi yang diberikan diharapkan mampu membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, memahami hak dan kewajiban sebagai pelajar, menjalin hubungan yang baik dengan guru maupun sesama siswa, serta menumbuhkan motivasi untuk belajar dan berprestasi.
Pembinaan karakter sejak masa MPLS dinilai memiliki peran penting dalam membentuk budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Edukasi mengenai bahaya narkoba, judi online, maupun penyalahgunaan media sosial juga menjadi langkah preventif untuk melindungi pelajar dari berbagai ancaman yang semakin mudah diakses melalui ruang digital.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Melalui pembinaan ini, Polres Magetan berharap para peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, berjiwa nasionalis, serta menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ke depan, pembinaan karakter melalui kolaborasi dengan satuan pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia berkualitas menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. [fiq/kun]






