Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, ingin memperluas pemberian beasiswa tidak hanya untuk mahasiswa yang menempuh kuliah di perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
“Tahun ini kami masih belum bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa Jember yang kuliah di luar negeri. Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa,” kata Bupati Muhammad Fawait, Sabtu (18/7/2026).
Ada sejumlah hal yang harus diselesaikan untuk bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak Jember yang kuliah di luar negeri. “Salah satunya adalah kerja sama antara Pemkab Jember dengan kampus-kampus di luar negeri,” kata Fawait.
Pemkab Jember memasang target percepatan dan evaluasi. “Targetnya untuk tahap awal adalah di Timur Tengah, di Al Azhar, dan di China. Kampus-kampus di China kita tahu hari ini biayanya masih terjangkau,” kata Bupati Muhammad Fawait.
Perguruan tinggi di China menjadi target kerja sama karena secara geopolitik memiliki kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Apalagi, Pemkab Jember juga sudah membuka kerja sama sister city dengan Jinhua, salah satu kota di China.
Sementara untuk 4.200 mahasiswa asal Jember yang menempuh kuliah di perguruan tinggi dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Jember menggelontorkan anggaran Rp59 miliar.
“Tahun kemarin kurang lebih tujuh ribu anak Jember diberi beasiswa, dibantu UKT-nya (Uang Kuliah Tunggal). Ada sebagian dibantu living cost-nya sampai lulus. Sekarang sedang dibuka pendaftaran ulang,” kata Fawait.
Menurut Fawait, penerima beasiswa pada 2025 tidak perlu mengikuti seleksi kembali. “Tinggal daftar ulang saja. Namun, ada beberapa hal yang memang perlu ditandatangani, contohnya adalah pernyataan untuk aktif sebagai mahasiswa di kampusnya masing-masing,” katanya.
Sementara itu, beasiswa plus biaya hidup diberikan kepada mahasiswa yang masuk kategori afirmasi ekonomi, santri, dan penyandang disabilitas. Beasiswa ini khusus untuk mahasiswa asal Jember yang kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. [wir/kun]






