Surabaya (beritajatim.com) – Kota Pahlawan menjelma menjadi ladang bisnis bagi pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang ingin mendirikan kerajaan entertaiment di Surabaya.
Hampir 60 RHU yang ada di Surabaya menyuguhkan berbagai konsep hiburan dan genre musik. Seperti Breakbeat, Electronic Dance Music (EDM), House Music hingga Funky kota (Funkot). Namun berdasarkan pengamatan, mayoritas RHU di Surabaya lebih memilih Funkot sebagai genre musik andalan untuk mengikat para konsumen.
Sebagai genre musik yang diklaim berasal asli dari Indonesia, Funkot memiliki penikmat sendiri. Musik elektrik yang berkembang menjadi salah satu identitas lokal itu menjadi salah satu andalan bagi pengusaha RHU untuk menarik konsumen.
Salah satu klub malam yang menggunakan Funkot sebagai daya tarik terbesar di Surabaya ialah Ibiza Club Surabaya.
Manajer Ibiza Club Surabaya Arman mengatakan, genre funkot memiliki basis penggemar yang solid. Di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, hingga Bali banyak komunitas DJ dan penikmat yang rutin mengadakan acara.
“Selain itu musik funkot itu memberi ruang bagi DJ untuk berkreasi dengan memberikan teknik remix, mashup, edit dan lain lain yang sesuai dengan ciri khas masing-masing. Sehingga Funkot ini bisa dibilang kaya sekali dengan kreatifitas,” kata Arman, Jumat (17/7/2026) dini hari.
Menurut Arman, musik Funkot punya kelebihan dalam teknik penggabungan musik yang bisa mencakup berbagai genre. Lalu, membangun suasana pesta, dan menghadirkan identitas musik elektronik yang khas Indonesia.
“Dengan berbagai kelebihannya apalagi Funkot ini asli Indonesia, kita manajemen Ibiza ingin turut serta untuk memperkenalkan ke khalayak yang lebih luas lagi,” jelasnya.
Sebagai bentuk keseriusan mengenalkan funkot ke khalayak yang lebih luas, manajemen Ibiza Club Surabaya juga menjadi salah satu klub malam di Kota Pahlawan yang memiliki sekolah Disk Jockey (DJ). Berkolaborasi dengan JJ Manajemen, Ibiza Club Surabaya mendirikan IBX JJ Production DJ School Management. Tujuannya jelas, membentuk DJ Funkot yang memiliki kemampuan dan karakter yang akan menjawab pasar musik funkot kedepannya.
“Pasar musik funkot sangat luas di masa depan. Apalagi Platform seperti TikTok, YouTube, dan Instagram Reels membuat remix berdurasi pendek lebih mudah viral. Karakter funkot yang cepat dan dinamis cocok untuk video pendek, sehingga berpotensi menjangkau pendengar baru,” terangnya.
Walaupun kerap disebut sebagai Raja tempat Funkot di Surabaya, manajemen Ibiza Club Surabaya tidak serta merta menolak genre lain. Berbagai genre musik pernah dimainkan di Ibiza Club Surabaya. Seperti Dangdut, Pop hingga Breakbeat.
Sejumlah nama artis nasional pernah merasakan daya magis panggung Ibiza Club Surabaya. Seperti Denny Caknan, Dinar Candy, Ghea Youbi, D’Bagindas Band, Nathalie Holscher, DJ Panda, DJ Claudea, DJ Tessa, Almira Berto, Yola Ningsih, DJ Aycha, Rey Limitless, hingga Ronald 3D.
“Kami tetap terbuka dengan genre lain. Walau memang Funkot menjadi suguhan utama di Ibiza Club Surabaya,” imbuh Arman.
Keseriusan Ibiza Club Surabaya untuk menjadi ‘Raja’ RHU Funkot juga bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen. Ibiza club Surabaya merupakan salah satu RHU Funkot yang bisa menampung hingga lebih dari 500 penonton.
Para penonton tidak hanya bisa berdansa secara leluasa, namun juga disuguhi atraksi seni lampu dan suara dari para pekerja ekonomi kreatif terbaik di Surabaya. Tak hanya hiburan, Ibiza Club Surabaya juga menyediakan fasilitas vale antar jemput hingga ambulance yang selalu siaga demi keselamatan konsumen.
Berbagai fasilitas yang disediakan manajemen Ibiza Club Surabaya membuat RHU yang ada di Gedung Andhika Plaza ini menjadi satu-satunya klub Funkot di Surabaya dengan nilai ulasan 4,9 di berbagai platform media sosial.
Salah satu langganan Ibiza Club Surabaya asal Wonokusumo, Semampir Muhammad Firman mengakui jika Ibiza saat ini menjadi RHU Funkot terbaik di Surabaya.
“Lokasinya kan ada di tengah jadi kemana aja dekat. Juga fasilitasnya bagus sekali disini,” ujar pria yang akrab dipanggil Mat Firman itu. (ang/ted)






