Pasuruan (beritajatim.com) – Tragedi kecelakaan lalu lintas dengan fatalitas tinggi kembali terjadi di jalur bebas hambatan yang menghubungkan wilayah dataran tinggi menuju arah Surabaya. Sebuah kendaraan roda empat berpenumpang satu keluarga hancur berantakan setelah kehilangan kendali dan membentur bagian belakang armada angkutan logistik berat.
Tim penyelamat dari pengelola jalan tol bersama kepolisian langsung bergerak cepat melakukan proses evakuasi yang berlangsung cukup dramatis di lokasi kejadian. Penyebab utama insiden maut ini diduga kuat karena pengemudi kehilangan kesadaran sesaat akibat kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan jauh.
“Semula kendaraan Honda CRV melaju dari arah Malang menuju Surabaya di lajur lambat, namun sesampainya di TKP KM 71/B pengemudi kurang konsentrasi karena mengantuk (*micro sleep*). Akibatnya kendaraan oleng ke kiri mengarah bahu jalan dan menabrak *guardrail* lalu terpental menabrak kendaraan Mitsubishi Fuso yang berhenti di bahu jalan,” urai Panit PJR Jatim IV, Ipda Firman.
Dirinya membenarkan peristiwa tabrak belakang tersebut terjadi pada Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di Ruas Tol Pandaan-Malang KM 71/B.
Dampak benturan keras menyebabkan mobil SUV bernomor polisi L-1720-CAY yang dikemudikan oleh Ishaq (37) mengalami kerusakan parah pada bagian kabin depan hingga tengah. Sebaliknya, kondisi truk Mitsubishi Fuso berpelat AD-8827-YA yang disopiri oleh Sukasdi, warga Karanganyar, Jawa Tengah hanya mengalami penyok di bagian bemper kanan belakang.
Otoritas medis melaporkan total korban dalam musibah ini mencapai 9 orang, di mana 4 orang meninggal dunia seketika di lokasi kejadian karena luka parah. Satu korban balita bernama Wahyuni Putri Permata berusia 2 tahun mengembuskan napas terakhirnya saat tiba di fasilitas kesehatan terdekat.
“Untuk korban meninggal dunia atas nama Ishaq selaku driver, Hindun, Hanifah, dan Mufarroha dievakuasi ke RS Bhayangkara Porong Sidoarjo, sedangkan satu anak kecil meninggal di RS Mitra Sehat Medika. Kami juga mencatat empat penumpang lainnya mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit terpisah,” tambah Firman.
Penumpang yang luka berat di antaranya Qoriatul Jannah (8), Umrotul Hasanah (19), dan Wahyuni Putri Cahaya (2) di RS Pandaan, serta anak bernama Zahra (12) di RSUD Bangil Pasuruan.
Sebagian besar korban yang berada di dalam mobil nahas tersebut diketahui merupakan warga yang berdomisili di kawasan Sukodono, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, taksiran kerugian material akibat kerusakan sarana dan prasarana jalan tol hingga kini masih dalam proses perhitungan oleh pihak manajemen pengelola. Para pengguna jalan tol diimbau untuk selalu memanfaatkan tempat istirahat jika mulai merasakan kantuk yang melanda demi menjaga keselamatan bersama. (ada/aje)






