Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Muktamar NU ke-35 di Jombang, dengan skema kedatangan menggunakan helikopter dan pengamanan protokol kepresidenan mulai disiapkan.
- Panitia Muktamar NU ke-35 bersama Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memastikan kesiapan akomodasi, dapur umum, serta fasilitas pendukung utama telah memasuki tahap akhir.
- Pembukaan Muktamar NU ke-35 akan berlangsung di Lapangan Sepakbola Untung Suropati Tambakberas dengan tenda roder yang disiapkan untuk menampung ribuan tamu undangan.
Jombang (beritajatim.com) – Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dipastikan menjadi agenda nasional yang mendapat perhatian besar.
Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung untuk membuka forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut, sementara panitia lokal bersama yayasan pesantren terus mematangkan persiapan teknis, termasuk koordinasi keamanan dan protokol kenegaraan.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian pembukaan Muktamar NU ke-35. Untuk memastikan kelancaran kedatangan kepala negara, panitia lokal telah melakukan komunikasi intensif dengan tim protokol kepresidenan dan pasukan pengamanan presiden (paspampres).
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi awal, Presiden Prabowo direncanakan menuju Kabupaten Jombang menggunakan helikopter Super Puma milik negara.
“Insyaallah yang datang membuka acara adalah Bapak Presiden Prabowo. Dari hasil koordinasi sementara, beliau direncanakan menggunakan helikopter dan mendarat di Stadion Jombang terlebih dahulu,” pungkas Gus Rozaq menutup sesi wawancara, Selasa (14/7/2026).
Setelah mendarat di Stadion Merdeka Jombang, Presiden beserta rombongan terbatas akan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju lokasi pembukaan Muktamar NU ke-35 di kawasan Tambakberas.
Selain menyiapkan skema kedatangan Presiden, panitia juga terus mempercepat kesiapan fasilitas utama untuk mendukung pelaksanaan muktamar. Sejumlah infrastruktur seperti penginapan peserta, dapur umum massal, hingga area pendukung kegiatan telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Gus Rozaq memastikan kebutuhan akomodasi bagi para muktamirin dari berbagai wilayah Indonesia telah siap digunakan.
“Alhamdulillah, seluruh infrastruktur yang berkaitan dengan akomodasi, penginapan, dan dapur umum sedang dalam tahap penyelesaian. Untuk penginapan muktamirin sendiri sudah siap sepenuhnya,” kata Gus Rozaq yang juga Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Bahrul Ulum.
Saat ini, panitia lokal berfokus pada penataan sejumlah lahan terbuka yang akan digunakan sebagai pusat logistik, area parkir, serta ruang tunggu peserta. Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas juga menyiapkan lahan strategis seluas sekitar tiga hektare yang akan difungsikan untuk mendukung kebutuhan operasional selama muktamar berlangsung.
“InsyaAllah minggu ini sudah mulai ada progres pengurukan di lapangan. Target lahan tiga hektare kini sudah terpenuhi dan yayasan memberikan dukungan penuh sebagai bentuk khidmat kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” katanya.
Sementara itu, lokasi pembukaan Muktamar NU ke-35 telah ditetapkan berada di Lapangan Sepakbola Untung Suropati, Tambakberas. Tempat tersebut dipilih karena memiliki area luas dan dinilai mampu menampung pergerakan massa dalam jumlah besar.
Panitia juga akan mendirikan tenda roder berkapasitas besar di tengah lapangan untuk mendukung acara pembukaan. Fasilitas tersebut dipersiapkan bagi sekitar 6.000 tamu undangan VIP dan delegasi resmi muktamar.

“Pembukaan akan dilaksanakan di lapangan menggunakan tenda roder karena lokasinya sangat luas dan representatif. Sedangkan untuk seluruh rangkaian sidang-sidang komisi muktamar akan dipusatkan langsung di kawasan dalam Pondok Pesantren Bahrul Ulum,” jelas Gus Rozaq secara rinci.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo sebagai pembuka acara, Muktamar NU ke-35 di Jombang diproyeksikan menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan umat, bangsa, serta peran NU di tingkat internasional. [suf]






