Banyuwangi (beritajatim.com) – Pria obesitas berinisial ADS yang memiliki bobot sekitar 200 kilogram (kg) dinyatakan meninggal dunia usai dirawat di RSUD Blambangan, Senin (13/7/2026) pagi.
Warga Kelurahan Lateng, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi itu sebelumnya dirawat intensid aibat keluhan sesak napas.
Usai dirawat, jenazah ADS dievakuasi dari rumah sakit menggunakan pikap. Menuju proses pemakaman, sekitar sepuluh petugas Pemadam Kebakaran dan Basarnas setempat saling bergotong royong mengangkat almarhum dari ranjang di depan ruang jenazah menuju peti yang telah disiapkan.
Peti yang disiapkan berukuran hampir sebesar bak pikap. Setelah terangkat, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk setelahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Lateng.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi Salam Bikwanto mengatakan, sebelun dinyatakan meninggal, pria obesitas itu sempat dirawat sekitar 2 hari di RSUD Blambangan sejak Sabtu (11/7/2026) sore di RSUD Blambangan.
Mengingat bobotnya yang tidak ringan, proses evakuasi diakui berjalan tak mudah. Salam mengaku, petugas harus menggunakan peralatan vertikal rescue untuk mengangkat korban dari dalam rumahnya menuju kendaraan angkutan pikap yang telah disiapkan.
“Selama proses pemakaman, petugas evakuasi menggunakan beberapa peralatan vertical rescue seperti tali karmantel, tripod, dan katrol. Alat-alat serupa lazim dipakai untuk proses pemakaman jenazah obesitas berbobot besar seperti ADS,” ujarnya.
Setelah dua hari dirawat, petugas damkar dan basarnas menerima informasi bahwa ADS telah meninggal dunia. Petugas pun berangkat ke RSUD untuk mengevaluasi ADS dan mempersiapkan proses pemakaman.
“Petugas yang berangkat ada delapan anggota Damkarmat dan delapan anggota Basarnas. Peoses evakuasi dari rumah sakit juga dibantu oleh warga,” tutur Salam.
Menurut kerabatnya, ADS mengalami kram kaki dan tiba-tiba terjatuh sebelum sakit. Setelahnya, ia menderita sesak napas sehingga dibutukan penanganan medis.
Obesitas yang dialami ADS membuatnya sulit beraktivitas sehari-hari. Selama ini, ia lebih banyak beraktivitas di kediamannya.
“Iya, sebelumnya dia sesak napas. Lalu dibawa ke RSUD sampai akhirnya sekarang meninggal dunia,” jelas kerabat ADS saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Blambangan. [alr/aje]






