Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) memecahkan rekor MURI kategori penyuluhan antikorupsi digital dengan peserta terbanyak. Pencapaian ini terukir saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026/2027.
Sebanyak 300 ribu murid baru tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Jatim mengikuti edukasi ini. Kegiatan tersebut berpusat di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang pada Senin (13/7/2026).
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyebut penghargaan MURI ini adalah wujud nyata penerapan pendidikan berintegritas. Pengenalan nilai kejujuran sengaja diberikan sejak hari pertama masuk sekolah.
“Ini merupakan inisiasi bagi kami untuk mewujudkan pendidikan berintegritas. Pendidikan kejujuran harus dimulai dari lingkungan sekolah, bahkan dari hal-hal yang paling sederhana,” kata Aries.
Ia memimpin langsung pembacaan Deklarasi Gema Integritas bersama para peserta. Langkah ini diambil agar murid sadar akan bahaya kecurangan sebelum memulai masa pembelajaran efektif di kelas.
“Korupsi mencederai prinsip-prinsip integritas. Karena itu, sejak hari pertama MPLS kami mengenalkan nilai kejujuran kepada para murid,” tuturnya.
Piagam Rekor MURI bernomor 12806/R.MURI/VII/2026 tersebut diserahkan kepada perwakilan Pemerintah Provinsi Jatim. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Imam Hidayat mewakili gubernur menerima penghargaan tersebut.
Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (Sekjen KPK), Cahya Hardianto Harefa turut hadir secara daring. Ia memantau proses penyuluhan yang melibatkan para guru terlatih serta Penyuluh Antikorupsi daerah.
“Kami menyambut baik penyuluhan antikorupsi di Jawa Timur untuk menumbuhkan kejujuran dan membentuk sikap tanggung jawab siswa sejak jenjang SMA, SMK, dan SLB,” terang Cahya.
Pendidikan antikorupsi menjadi strategi komisi antirasuah dalam mencetak generasi jujur dan berani. Perilaku jujur harus dibiasakan lewat tindakan terkecil seperti datang tepat waktu serta menolak praktik menyontek.
“Korupsi tidak dimulai ketika seseorang menjadi pegawai, tetapi ketika seseorang mulai terbiasa melakukan perilaku yang tidak jujur. Keberhasilan yang dibangun dengan kejujuran akan membawa keberkahan,” pesannya. [ipl/aje]






