Ngawi (beritajatim.com) – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (13/7/2026), usaha penjahit seragam sekolah dan toko alat tulis di Kabupaten Ngawi kebanjiran pembeli. Tingginya kebutuhan perlengkapan sekolah membuat omzet para pelaku usaha meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah satu usaha jahit yang mengalami lonjakan pesanan adalah Delima, yang berada di Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Ngawi, Sabtu (11/7/2026). Sejak beberapa pekan terakhir, tempat usaha tersebut terus didatangi warga yang memesan maupun mengambil seragam sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pemilik usaha jahit, Solikin (54), mengatakan mayoritas pelanggan datang dengan membawa pesanan empat hingga lima stel seragam sekolah sekaligus. Lonjakan itu membuat jumlah pesanan yang harus diselesaikan mencapai sekitar 700 stel.
“Jelang tahun ajaran baru ini lumayan ramai. Rata-rata yang datang membawa 4 hingga 5 stel, mulai dari SD, SMP hingga SMA,” ujar Solikin.
Untuk memenuhi target penyelesaian sebelum hari pertama sekolah, Solikin mengaku harus memaksimalkan tenaga tujuh orang karyawannya. Menurutnya, menambah tenaga penjahit bukan perkara mudah karena sulit mencari pekerja yang memiliki keahlian menjahit.
Sebagai solusi, jam kerja para karyawan diperpanjang melalui sistem lembur agar seluruh pesanan dapat selesai tepat waktu sebelum siswa kembali masuk sekolah pada Senin mendatang.
Dalam sehari, usaha jahit tersebut mampu menyelesaikan sekitar 30 stel seragam sekolah. Adapun ongkos jahit berkisar antara Rp160 ribu hingga Rp180 ribu per stel, tergantung ukuran pakaian dan tingkat kesulitan pengerjaannya.
Sehari menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, sebagian besar pelanggan yang datang bukan lagi untuk memesan, melainkan mengambil seragam yang telah selesai dijahit agar dapat langsung digunakan pada hari pertama sekolah.
Tidak hanya usaha jahit, lonjakan pembeli juga terjadi di Toko Alat Tulis Delima yang berada di Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi. Sejak pagi hingga sore hari, toko tersebut dipadati warga yang membeli berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, hingga perlengkapan belajar lainnya.
Karyawan toko, Deni Septiana, menyebut jumlah pengunjung yang datang dalam sehari mencapai sekitar 200 orang. Kondisi tersebut jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.
“Ramai sejak pagi hingga sore, mencapai 200-an yang datang membeli buku dan alat tulis,” kata Deni Septiana.
Meningkatnya aktivitas belanja perlengkapan sekolah menjadi fenomena yang hampir selalu terjadi setiap menjelang tahun ajaran baru. Selain dipicu kebutuhan siswa baru, banyak orang tua juga memilih mengganti seragam maupun perlengkapan sekolah anak mereka agar lebih layak digunakan selama satu tahun ke depan.
Bagi pelaku usaha lokal, momentum ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Permintaan yang tinggi terhadap jasa jahit dan kebutuhan alat tulis mampu menggerakkan roda perekonomian sektor usaha mikro, khususnya di bidang konveksi dan perdagangan perlengkapan pendidikan.
Meski demikian, tingginya permintaan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Pelaku usaha harus memastikan seluruh pesanan selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas hasil jahitan maupun pelayanan kepada pelanggan.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru pada awal pekan depan, arus pembeli diperkirakan masih akan berlangsung hingga hari pertama sekolah. Para pelaku usaha berharap momentum musiman tersebut dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mereka di tengah persaingan yang semakin ketat. [fiq/kun]






