Prancis butuh waktu dua dasawarsa untuk membawa pulang kembali Piala Dunia. Setelah sukses menjadi juara dunia di rumah sendiri pada 1998, Les Bleus memenangi lagi trofi tersebut di Rusia pada 2018.
Berada di Grup C, Prancis tampil tanpa tersentuh kekalahan. Setelah bermain imbang 0-0 dengan Denmark, mereka mengalahkan Australia 2-1 dan Peru 1-0. Namun mereka bukan satu-satunya favorit, karena Kroasia dan Brasil pun tampil meyakinkan pada fase awal.
Spanyol dan Portugal di Grup B juga menunjukkan jati diri sebagai kandidat kuat setelah bernain imbang 3-3 dalam pertandingan di Grup B. Cristiano Ronaldo mencetak hattrick, termasuk gol tendangan bebas pada menit-menit akhir yang menyelamatkan Portugal dari kekalahan. Namun kedua tim harus bekerja keras untuk menghadapi perlawanan ketat Maroko dan Iran.
Kejutan terjadi saar Meksiko mengalahkan juara bertahan Jerman 1-0 melalui gol Hirving Lozano di Grp F. Kendati sempat menang 2-1 atas Swedia melalui gol dramatis Toni Kroos, sang juara bertahan gagal melaju ka fase gugur.
Mereka tersingkir setelah dikalahkan Korea Selatan 0-2 melalui dua gol di masa tambahan waktu. Untuk pertama kalinya sejak 1938, juara bertahan gagal melewati fase grup.
Namun Piala Dunia tidak kekurangan tim favorit. Generasi emas Belgia memulai kiprahnya dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Panama berkat gol Dries Mertens dan dua gol Romelu Lukaku. Inggris juga meraih kemenangan, meski harus bekerja keras menghadapi Tunisia.
Harry Kane membawa Inggris unggul lebih dulu sebelum Tunisia menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti. Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Kane kembali mencetak gol lewat sundulan pada masa tambahan waktu dan menyelamatkan wajah sang pelatih Gareth Southgate.
Argentina mengalami perjalanan yang lebih sulit. Setelah dipermalukan Kroasia 0-3 dan ditahan Islandia 1-1 di Grup D, Mereka lolos ke fase gugur setelah mengalahkan Nigeria 2-1.
Babak 16 besar langsung menyuguhkan salah satu pertandingan terbaik ketika Prancis menghadapi Argentina. Kylian Mbappe memperoleh penalti yang berhasil dikonversi Antoine Griezmann menjadi gol pembuka.
Argentina bangkit dan berbalik unggil melalui tendangan jarak jauh Angel Di Maria dan gol Gabriel Mercado. Namun Prancis menyamakan kedudukan via Benjamin Pavard yang melesakkan bola ke gawang Argentina dengan tendangan voli yang indah.
Dua gol Mbappe yang memiliki kecepatan dan kemampuan individu yang sulit dihentikan lini belakang Argentina membawa Prancis unggul 4-2. Sundulan Sergio Aguero pada masa tambahan waktu memperkecil jarak namun tak menyelamatkan Argentina dari kekalahan.
Di hadapan Presiden Vladimir Putin, tim Rusia menembus Babak 16 Besar dan berhadapan dengan Spanyol. Setelah tertinggal akibat gol bunuh diri Sergei Ignashevich, Rusia menyamakan skor melalui penalti Artem Dzyuba.
Sepanjang pertandingan, Spanyol mendominasi dan mencatat lebih dari seribu operan. Namun mereka gagal mencetak gol tambahan. Pertandingan berakhir melalui adu penalti. Kiper Igor Akinfeev menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi penalti Koke dan Iago Aspas.
Drama lainnya dihadirkan Jepang saat menghadapi Belgia. Tim Samurai Biru unggul dua gol pada awal babak kedua. Namun Belgia bangkit melalui gol Jan Vertonghen dan Marouane Fellaini. Saat pertandingan hampir memasuki perpanjangan waktu, Nacer Chadli menyelesaikan serangan balik cepat untuk memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Belgia.
Harry Kane dan kawan-kawan juga menghadapi perlawanan keras dari Kolombia. Inggris sempat unggul lebih dulu melalui penalti yang dieksekusi Kane. Kedudukan berubah setelah Yerry Mina mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.
Pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti. Inggris terancam tersingkir setelah Jordan Henderson gagal menjalankan tugasnya. Namun kegagalan Mateus Uribe memberi kesempatan kepada Inggris untuk bangkit.
Jordan Pickford kemudian menggagalkan tendangan Carlos Bacca sebelum Eric Dier mencetak penentu. Ini pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, Inggris memenangi adu penalti di babak gugur.
Penampilan positif Inggris berlanjut di perempat final dengan mengalahkan Swedia 2-0. Belgia menyingkirkan Brasil 2-1, sedangkan Prancis mengalahkan Uruguay 2-0. Rusia hampir kembali membuat kejutan ketika memaksa Kroasia bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan. Namun Kroasia akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti.
Semifinal mempertemukan Inggris dengan Kroasia. Inggris memulai laga dengan sempurna setelah Kieran Trippier mencetak gol melalui tendangan bebas pada awal pertandingan. Kroasia lalu bangkit melalui Ivan Perisic. Mario Mandzukic memastikan kemenangan pada babak tambahan dan membawa Kroasia ke final untuk pertama kalinya.
Semifinal lainnya antara Prancis dan Belgia berlangsung ketat. Samuel Umtiti pada menit 51 berhasil membawa Prancis ke partai puncak.
Bertemu Kroasia di final, Prancis menurunkan Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, N’Golo Kante, Blaise Matuidi, Raphael Varane, dan Samuel Umtiti. Nama-nama yang menggaransi peluang untuk menjadi juara.
Enam gol terjadi dalam pertandingan ini. Prancis membuka keunggulan melalui gol bunuh diri Mario Mandzukic. Namun Ivan Perisic segera menyamakan kedudukan.
Menjelang akhir babak pertama, Prancis memperoleh penalti setelah VAR menilai Perisic melakukan handball. Keputusan tersebut menuai protes dari para pemain Kroasia. Namun Antoine Griezmann sukses mengeksekusinya.
Pada babak kedua, Paul Pogba mencetak gol ketiga yang memanfaatkan bola muntah. Kylian Mbappe menambah keunggulan lewat tendangan jarak jauh, dan menobatkan dirinya menjadi remaja kedua setelah Pele yang mencetak gol dalam final Piala Dunia.
Kroasia sempat memperkecil ketertinggalan setelah Hugo Lloris melakukan kesalahan yang dimanfaatkan Mandzukic menjadi gol. Namun skor 4-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Senyum lebar menghiasi wajah Didier Deschamps yang mencatatkan diri sebagai juara dunia tidak saja pada saat bermain, tapi juga saat menjadi pelatih. Sama seperti Beckenbauer dari Jerman dan Zagallo dari Brasil.
Sementara itu Rusia memang gagal menjadu juara. Namun Vladimir Putin tersenyum karena berhasil membuktikan diri sebagai ruan rumah bagi turnamen yang dipenuhi gol-gol indah, hasil-hasil mengejutkan, serta berbagai momen bersejarah. Keragu-raguan banyak orang terhadap isu hooliganisme dan rasisme yang dianggap masih melekat pada sepak bola Rusia tak terbukti. [wir/aje]






