Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann tak memiliki keinginan untuk meninggalkan jabatannya meski Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan dari Piala Dunia 2026.
Jerman gagal melangkah ke babak 16 besar setelah kalah 3-4 dalam adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar, Selasa (30/6/2026) WIB, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Kekalahan tersebut memicu tanda tanya mengenai masa depan Nagelsmann. Namun, pelatih yang masih terikat kontrak hingga 2028 itu menyatakan siap melanjutkan pekerjaannya apabila masih mendapat kepercayaan dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB).
“Saya siap dan ingin mempersiapkan tim untuk Kejuaraan Eropa dan UEFA Nations League. Jika saya sudah tidak lagi diinginkan, maka kami perlu membicarakannya,” ujar Nagelsmann seusai pertandingan.
Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan menyingkirkan juara dunia empat kali tersebut. Jose Canale menjadi penentu kemenangan setelah sukses mengeksekusi penalti terakhir, meski sebelumnya Paraguay juga sempat gagal dua kali dari titik putih.
Keberhasilan itu membawa Paraguay melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Prancis atau Swedia.
Sebaliknya, Jerman harus membayar mahal kegagalan para eksekutor penalti. Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya sehingga peluang lolos pun sirna.
Sejak awal pertandingan, Nagelsmann menerapkan pendekatan menyerang dengan memberikan kesempatan tampil sebagai starter kepada Deniz Undav, pencetak gol terbanyak Jerman di turnamen ini yang sebelumnya mengoleksi tiga gol dan dua assist pada fase grup.
Jerman langsung menguasai jalannya pertandingan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya. Sepanjang babak pertama, Der Panzer gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran meski terus menekan pertahanan Paraguay.
Hingga menit ke-35, Jerman telah mencatatkan 244 operan, sedangkan Paraguay hanya membukukan 31 operan. Meski demikian, keunggulan statistik tersebut tidak menghasilkan gol.
Paraguay justru mampu memanfaatkan peluang dengan sangat efektif. Melalui serangan cepat dari sisi kanan, Miguel Almiron yang kembali bermain setelah menjalani hukuman skorsing berperan dalam proses gol sebelum Julio Enciso menyundul bola ke gawang Jerman. Gol tersebut menjadi gol pertama Paraguay pada fase gugur sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Jerman akhirnya menyamakan kedudukan sembilan menit setelah babak kedua dimulai. Florian Wirtz mengirim umpan silang akurat yang disambut Kai Havertz dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Die Mannschaft sempat mengira telah memastikan kemenangan pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol melalui situasi sepak pojok. Namun, setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay.
Keputusan itu menuai protes dari Nagelsmann.
“Gol kami dianulir, dan menurut saya itu adalah keputusan yang tidak masuk akal. Namun pada akhirnya kami juga harus mengakui bahwa performa kami memang belum cukup baik,” kata pelatih berusia 39 tahun tersebut.
Nagelsmann menilai timnya sebenarnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan, tetapi kurang efektif saat memasuki sepertiga akhir lapangan.
“Kami membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengembangkan permainan dari sisi sayap. Seiring pertandingan berjalan, kami mencoba bermain lebih agresif dan akhirnya menciptakan lebih banyak peluang di kotak penalti. Kami menguasai permainan, tetapi kurang memiliki daya dobrak,” ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Nagelsmann tetap memberikan dukungan kepada para pemainnya dan menegaskan tidak ada satu pun yang sengaja tampil di bawah performa terbaik.
“Saya sangat kecewa karena merasa kami memiliki tim yang sangat solid. Kesan selama latihan selalu positif. Tidak ada seorang pun yang sengaja gagal. Saya turut bersimpati kepada seluruh suporter yang hadir di stadion maupun yang memberikan dukungan dari rumah,” tutur Nagelsmann. (faw/aje)






