Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dengan melaksanakan proyek betonisasi sejumlah Jalan Poros Desa (JPD) di Kecamatan Menganti. Proyek tersebut menelan anggaran lebih dari Rp3 miliar dan ditargetkan mampu meningkatkan kualitas konektivitas serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan proyek ini mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Gresik. Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan pihaknya akan mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai spesifikasi teknis dan menghasilkan jalan yang berkualitas serta tahan lama.
Menurut Hamdi, proyek betonisasi tahun ini dikerjakan dalam satu paket konsolidasi yang mencakup sejumlah ruas jalan strategis di Kecamatan Menganti.
Beberapa ruas yang menjadi sasaran pekerjaan di antaranya Jalan Banyuurip, Randu Padangan, Pengalangan, Setro, hingga ruas Domes-Hulaan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan panjang setiap segmen bervariasi, mulai sekitar 150 meter hingga 350 meter.
“Total anggaran yang dialokasikan untuk penyelesaian paket pekerjaan ini mencapai lebih dari Rp3 miliar,” ujar Hamdi, Senin (29/6/2026).
Politisi Fraksi PKB tersebut menilai penggunaan konstruksi beton merupakan pilihan yang lebih tepat dibandingkan perkerasan aspal, terutama untuk wilayah selatan Kabupaten Gresik yang memiliki karakteristik tanah relatif lunak sehingga membutuhkan struktur jalan yang lebih kuat.
Menurutnya, betonisasi akan memberikan usia layanan jalan yang lebih panjang sekaligus mengurangi biaya pemeliharaan di masa mendatang.
Hamdi menyebut sejumlah kecamatan di wilayah selatan, seperti Menganti, Kedamean, Driyorejo, Benjeng, Balongpanggang, Duduksampeyan, dan kawasan sekitarnya, layak menjadi prioritas program betonisasi karena intensitas kerusakan jalan di wilayah tersebut cukup tinggi.
Ia berharap pembangunan infrastruktur yang lebih baik dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain memberikan dukungan dari sisi penganggaran, DPRD Gresik juga akan menjalankan fungsi pengawasan selama proyek berlangsung agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontrak dan standar mutu yang telah ditetapkan.
“Kami di DPRD akan terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan bersama DPUTR Kabupaten Gresik. Dengan pengawasan yang baik serta didukung kontraktor yang berkualitas, kami optimistis kondisi jalan di Kabupaten Gresik akan semakin baik dan nyaman dilalui masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro, mengatakan proses pengadaan untuk proyek betonisasi Jalan Poros Desa di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, telah selesai.
Menurutnya, proyek tersebut kini telah memiliki pemenang tender sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Sudah ada pemenangnya dan mulai dikerjakan untuk mempercepat pembangunan jalan betonisasi,” ungkap Eddy.
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap percepatan pembangunan infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas antardesa dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
Dengan pengawasan yang diperketat serta fokus pada kualitas konstruksi, proyek betonisasi Jalan Poros Desa di Kecamatan Menganti diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan kerusakan jalan yang selama ini kerap terjadi akibat kondisi tanah yang kurang stabil di wilayah selatan Kabupaten Gresik. [dny/but]






