Jakarta (beritajatim.com) – PP PBSI melakukan perombakan komposisi pemain di sektor ganda campuran dan ganda putri sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing bulu tangkis Indonesia di level internasional.
Salah satu keputusan yang menjadi sorotan adalah memindahkan peraih medali emas Olimpiade, Apriyani Rahayu, ke sektor ganda campuran untuk dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah.
Kebijakan tersebut diumumkan PP PBSI pada Senin (29/6/2026) setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet, kebutuhan regenerasi, serta penguatan kedalaman skuad nasional.
Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI Rionny Mainaky mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi lintas sektor yang melibatkan seluruh tim pelatih.
“Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan. Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran,” ujar Rionny dalam keterangan resminya.
Menurutnya, Apriyani memiliki karakter permainan yang dinilai cocok untuk sektor ganda campuran. Selain pengalaman bertanding di level tertinggi, ia juga memiliki kemampuan membaca permainan, mengatur ritme pertandingan, serta transisi bertahan dan menyerang yang sangat baik.
“Apriyani memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat baik, mampu menjadi playmaker, memiliki jangkauan lapangan yang luas, serta kuat dalam transisi bertahan maupun menyerang. Dari sisi pengalaman dan mental bertanding, dia juga sudah terbukti mampu tampil di pertandingan-pertandingan besar,” jelasnya.
Di sisi lain, Dejan Ferdinansyah dipilih karena dinilai memiliki kekuatan sebagai pemain belakang yang mampu menghasilkan serangan tajam sekaligus mengendalikan jalannya permainan.
“Dejan mempunyai kualitas smash yang sangat baik dan mampu mengontrol permainan dari area belakang. Kami melihat karakter bermain mereka saling melengkapi sehingga diharapkan dapat membentuk pasangan yang solid dan kompetitif,” tambah Rionny.
Pasangan baru Apriyani/Dejan akan menjalani masa evaluasi melalui enam turnamen internasional. Hasil penilaian akan menjadi dasar bagi PBSI untuk menentukan kelanjutan duet tersebut.
Selain melakukan perubahan di sektor ganda campuran, PBSI juga merombak komposisi ganda putri dengan memindahkan Ester Nurumi Tri Wardoyo dari sektor tunggal putri. Ester akan dipasangkan dengan Lanny Tria Mayasari sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi ganda putri Indonesia.
Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Karel Mainaky mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melihat potensi Ester yang dinilai lebih optimal apabila bermain di nomor ganda.
“Saat ini kami sudah memiliki tiga pasangan utama yang menunjukkan konsistensi prestasi. Namun, kami juga harus menyiapkan pelapis yang memiliki kualitas untuk bersaing di level internasional. Dari hasil evaluasi bersama tim pelatih tunggal putri, kami melihat potensi Ester akan lebih optimal jika diarahkan ke sektor ganda putri,” kata Karel.
Karel menilai Ester memiliki karakter permainan yang sesuai dengan kebutuhan ganda putri modern, terutama dari sisi kekuatan serangan dan mobilitas di lapangan.
“Ester memiliki power yang baik dari belakang, smash yang kuat, penempatan bola yang akurat, serta kemampuan bergerak dan melakukan transisi yang sangat baik. Modal tersebut sangat penting dalam pola permainan ganda putri saat ini,” ungkapnya.
Lanny dipilih menjadi tandem Ester karena memiliki kemampuan mengatur permainan di depan net sehingga dinilai mampu melengkapi karakter permainan Ester.
“Lanny memiliki kemampuan sebagai playmaker di depan, mampu mengatur tempo dan membuka peluang serangan. Kami berharap perpaduan kekuatan Ester di belakang dengan kreativitas Lanny di depan dapat berkembang menjadi pasangan yang kompetitif,” ujarnya.
Berbeda dengan Apriyani/Dejan yang akan dievaluasi setelah enam turnamen, pasangan Ester/Lanny akan menjalani masa penilaian selama lima turnamen internasional.
“Kami ingin memberikan waktu yang cukup kepada setiap pasangan untuk beradaptasi. Evaluasi akan dilakukan secara objektif, mulai dari chemistry, pola komunikasi, adaptasi taktis, hingga konsistensi performa di pertandingan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan program dan arah pembinaan berikutnya,” tutup Rionny.
Sementara itu, Karel menegaskan fokus evaluasi terhadap Ester/Lanny tidak hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan kerja sama sebagai pasangan baru.
“Kami juga akan melihat perkembangan Ester dan Lanny secara menyeluruh selama lima turnamen. Fokus kami bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan kerja sama, adaptasi teknis, dan potensi mereka sebagai pasangan jangka panjang,” tutup Karel. (faw/but)






