Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Matematika Unesa, Chrystina Febriana, mengembangkan dashboard analisis cuaca laut Perairan Sidoarjo.
- Inovasi tersebut dibuat saat mengikuti program MBKM di BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya.
- Dashboard menyajikan visualisasi data meteorologi dan oseanografi lengkap dengan analisis tren serta proyeksi.
- Sistem diharapkan mendukung mitigasi bencana, keselamatan pelayaran, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Surabaya (beritajatim.com) – Di era modern, pendekatan berbasis data menjadi fondasi penting dalam menghasilkan keputusan yang akurat dan akuntabel, termasuk di bidang meteorologi dan oseanografi (metocean). Pengolahan data yang berkelanjutan dinilai semakin krusial untuk menyediakan informasi yang presisi guna mendukung keselamatan aktivitas maritim, mitigasi bencana pesisir, hingga sektor perikanan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Chrystina Febriana, mengembangkan Dashboard Analisis Data Meteorologi dan Oseanografi Perairan Sidoarjo Periode 2021–2025.
Inovasi tersebut lahir ketika Febriana mengikuti Program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Stasiun BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya selama Februari hingga Mei 2026.
Selama empat bulan menjalani magang, mahasiswi semester enam itu mengimplementasikan ilmu matematika, statistika, dan analisis data untuk mengolah informasi cuaca laut secara komprehensif. Data meteorologi dan oseanografi selama lima tahun terakhir dipetakan, dianalisis, kemudian disajikan dalam bentuk dashboard interaktif yang mudah dipahami.
Febriana berharap dashboard tersebut dapat menjadi rujukan bagi pemerintah maupun para pemangku kepentingan dalam menerapkan data-driven decision making untuk mendukung mitigasi bencana pesisir, keselamatan pelayaran, hingga pengembangan sektor perikanan.
“Kehadiran visualisasi ini membuat proses interpretasi kondisi perairan menjadi jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan metode manual,” ujar Chrystina Febriana, Senin (29/6/2026).
Salah satu keunggulan dashboard tersebut adalah kemampuannya mengubah data numerik BMKG yang sebelumnya tersaji dalam bentuk tabel menjadi visualisasi grafis yang lebih informatif. Dengan demikian, pengguna dapat memahami kondisi perairan secara lebih cepat dan akurat.
Selain menampilkan data historis, dashboard juga dilengkapi analisis deret waktu (time series) yang memperlihatkan tren perubahan kondisi meteorologi dan oseanografi di Perairan Sidoarjo selama lima tahun terakhir.
Tidak hanya itu, sistem juga memiliki fitur proyeksi yang memberikan gambaran kecenderungan perubahan cuaca laut pada periode mendatang.
“Dengan fitur proyeksi ini, pemerintah maupun pelaku aktivitas maritim bisa lebih sigap mengantisipasi kondisi cuaca sebelum alam menunjukkan gejolaknya,” paparnya.
Dashboard tersebut menyajikan berbagai parameter penting, seperti tinggi gelombang (significant wave height), kecepatan dan arah angin, suhu permukaan laut (sea surface temperature), tekanan udara, hingga berbagai indikator meteorologi dan oseanografi lainnya.
Menurut Febriana, inovasi ini menjadi bukti bahwa ilmu matematika dan analisis data memiliki penerapan nyata dalam menjawab tantangan di dunia kerja, khususnya pada sektor kemaritiman yang semakin membutuhkan dukungan teknologi berbasis data.
“Produk inovatif ini membuktikan bagaimana ilmu matematika, statistika, dan analisis data dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab tantangan di dunia kerja,” ungkapnya.
Kolaborasi antara Unesa dan BMKG Maritim melalui program MBKM tersebut diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagai informasi, Chrystina Febriana merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Matematika FMIPA Unesa dan menjadi salah satu peserta Program Mobilitas Akademik Berdampak dalam payung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Ia baru saja menyelesaikan program magang di Stasiun BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya pada periode Februari hingga Mei 2026.
Melalui inovasi ini, Chrystina berharap pemanfaatan analisis data dan teknologi visualisasi dapat semakin memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus meningkatkan keselamatan aktivitas maritim dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi dinamika cuaca laut. [rma/beq]






