Madiun (beritajatim.com) – Kepemimpinan di RSUD Caruban, Kabupaten Madiun, dipastikan akan berganti menyusul berakhirnya masa tugas Direktur RSUD Caruban, drg. Farid Amirudin, yang memasuki masa pensiun pada akhir Juni 2026.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan pengganti agar roda organisasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik Pemkab Madiun itu tetap berjalan tanpa kendala. Namun, ia belum bersedia mengungkap siapa pejabat yang akan mengisi jabatan tersebut.
“Persiapannya sudah siap. Soal namanya nanti akan kami sampaikan,” ujar Hari Wuryanto, Senin (29/6/2026).
Farid Amirudin mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara setelah memimpin RSUD Caruban sebagai direktur definitif sejak Januari 2022. Sebelum dilantik sebagai direktur, ia lebih dahulu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Caruban sejak akhir 2020.
Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, menjelaskan bahwa mekanisme pengisian jabatan Direktur RSUD Caruban tidak melalui seleksi terbuka. Hal itu karena posisi tersebut merupakan jabatan administrator atau eselon III yang menjadi kewenangan penuh bupati.
“Jabatan Direktur RSUD Caruban merupakan eselon III sehingga pengisiannya menjadi kewenangan Bupati dan tidak melalui seleksi terbuka,” jelas Heru.
Pemkab Madiun menargetkan proses pergantian kepemimpinan dapat berlangsung tanpa jeda sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh transisi jabatan. (rbr/ted)






