Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 35 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) melakukan kunjungan lapangan pendalaman ke perusahaan pangan sehat Ladang Lima di Kota Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran lapangan untuk memperkaya wawasan peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang inovatif dan berbasis praktik terbaik.
Kunjungan ini difokuskan pada pembelajaran mengenai inovasi pengembangan industri pangan sehat berbasis singkong yang dikembangkan Ladang Lima. Inovasi tersebut dinilai relevan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui hilirisasi hasil pertanian.
Para peserta memperoleh penjelasan mengenai perjalanan Ladang Lima sebagai perusahaan yang konsisten mengembangkan produk pangan sehat berbahan baku singkong. Berdiri sejak 2013, perusahaan ini dikenal sebagai produsen makanan sehat bebas gluten yang memanfaatkan teknologi fermentasi untuk mengolah singkong menjadi tepung dengan karakteristik menyerupai tepung terigu.
Teknologi tersebut memungkinkan tepung berbasis singkong menjadi alternatif pengganti tepung terigu pada berbagai produk pangan. Selain menghadirkan pilihan pangan yang lebih sehat, inovasi tersebut juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani singkong melalui peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal.
CEO PT Agung Bumi Agro (Ladang Lima), A.A. Raka Bagus Vinaya, menjelaskan bahwa pengembangan produk yang dilakukan perusahaannya tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga pada penciptaan ekosistem pangan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berbasis potensi dalam negeri.
“Ladang Lima menghadirkan produk pangan sehat bebas gluten berbasis singkong sebagai alternatif tepung terigu. Melalui proses fermentasi, kami mengolah singkong menjadi tepung dengan karakteristik menyerupai tepung terigu sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa komoditas lokal mampu diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi berbagai pihak, singkong dapat berkembang menjadi salah satu komoditas strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

Sekretaris Utama (Sestama) LAN RI, Andi Taufik, mengatakan, pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam proses Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I. Peserta tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, tetapi juga mempelajari secara langsung praktik-praktik inovasi yang telah berhasil diterapkan oleh berbagai institusi dan dunia usaha.
Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif para peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang aplikatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkaya perspektif para peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih inovatif, adaptif, serta berorientasi pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Andi Taufik.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta juga berkesempatan berdialog langsung dengan jajaran manajemen Ladang Lima untuk mendalami proses inovasi, strategi pengembangan usaha, hingga tantangan yang dihadapi dalam membangun industri pangan sehat berbasis bahan baku lokal.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI LAN RI dalam merumuskan kebijakan publik yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu mendorong pemanfaatan potensi lokal, memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat. [tok/suf]






