Sidoarjo (beritajatim.com) – Komposer dan instruktur musik A Pudji Windoko atau yang akrab disapa Koko Gitaria kembali menghadirkan karya terbarunya melalui perilisan lagu rohani “Setialah” di berbagai platform musik digital.
Lagu tersebut dijadwalkan rilis pada 10 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-38 GKJW Sidoarjo.
A Pudji Windoko dikenal sebagai pendiri Koko & Friends Music Community sekaligus pemilik label independen Koko & Friends Music Production.
Sejak 2018 hingga 2026, ia aktif menciptakan dan merilis sejumlah karya musik melalui berbagai platform digital.
Lagu “Setialah” sebenarnya bukan karya baru. Komposisi tersebut pertama kali diciptakan pada 2012 dengan aransemen gitar akustik dan dibawakan oleh Icha dan Imel. Saat itu, lagu tersebut menjadi bagian dari album rohani pertama GKJW Sidoarjo.
Album yang dicetak sebanyak 1.000 keping CD itu digunakan sebagai media penggalangan dana pembangunan gedung gereja. Sebanyak 900 CD berhasil terjual dengan harga Rp50 ribu per keping, sementara sisanya digunakan sebagai cenderamata.
Komposer A Pudji Windoko mengatakan, perilisan ulang “Setialah” dalam format digital menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan GKJW Sidoarjo sekaligus upaya memperluas jangkauan karya musik rohani kepada masyarakat.
“Lagu ‘Setialah’ kami rilis kembali pada 10 Juli 2026 bertepatan dengan ulang tahun ke-38 GKJW Sidoarjo. Ini menjadi kado istimewa bagi gereja sekaligus bentuk syukur melalui karya musik,” ujar A Pudji Windoko.
Pada versi terbaru, lagu “Setialah” dibawakan oleh penyanyi muda Earline Thania Wijaya dari KRW Ibrani. Proses penggarapan musik dilakukan bersama Royke Mangundap, vokalis Shadow Band, yang turut menyusun aransemen lengkap lagu tersebut.
Menurut Windoko, kolaborasi lintas generasi menjadi salah satu tujuan utama dalam penggarapan ulang karya tersebut.
“Saya ingin memberikan ruang kepada talenta muda. Earline memiliki kemampuan vokal yang sangat baik dan saya berharap lagu ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi dirinya,” kata Windoko.
Ia menambahkan, keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam dunia musik telah menjadi bagian dari komitmennya sebagai pengajar musik dan pemerhati bakat.
“Mengajak talenta anak-anak untuk berkarya merupakan bagian dari panggilan saya sebagai pendidik musik. Saya ingin mereka memiliki kesempatan untuk berkembang dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Selain sebagai pencipta lagu, A Pudji Windoko juga tercatat sebagai komposer yang telah memiliki hak cipta karya di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di Jakarta. Lagu “Setialah” pun telah terdaftar sebagai karya cipta miliknya.
Melalui kerja sama produksi bersama Royke Mangundap, lagu “Setialah” akan tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify, Joox, Deezer, iTunes, dan layanan musik digital lainnya.
Bagi Windoko, perilisan lagu tersebut bukan hanya menjadi momentum perayaan ulang tahun GKJW Sidoarjo, tetapi juga menjadi wujud dedikasinya dalam mengembangkan musik rohani dan mendukung lahirnya talenta-talenta muda di Sidoarjo. (ted)






