Gresik (beritajatim.com)– Suara mesin produksi yang bergemuruh, deretan teknologi industri modern, hingga proses kerja yang selama ini hanya dibayangkan dari buku pelajaran, menjadi pengalaman baru bagi 100 siswa kelas IX SMP se-Kabupaten Gresik.
Mereka diajak memasuki area produksi PT Indospring Tbk dalam program wisata industri. Bukan sekadar berkeliling melihat pabrik, para pelajar ini diperkenalkan secara langsung dengan proses manufaktur sekaligus gambaran nyata dunia kerja yang akan mereka hadapi jika memilih melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Bagi sebagian besar siswa, pengalaman tersebut menjadi momen pertama melihat bagaimana teknologi industri bekerja secara langsung.
Salah satunya dirasakan Rhevan Al Rasyid, siswa kelas IX SMPN 22 Gresik. Ia mengaku mendapat banyak wawasan baru yang selama ini belum pernah dipelajari di ruang kelas.
“Ternyata dunia industri banyak macamnya. Saya akui belum pernah mendapat materi seperti ini tentang cara kerjanya,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Program ini sengaja menyasar siswa kelas IX SMP yang sedang menentukan pilihan jenjang pendidikan berikutnya. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal dunia industri dari teori, tetapi juga memahami kebutuhan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan perusahaan.
Manager Industrial Relation & General Affairs (IR&GA) PT Indospring Tbk, Dias Pipit Chusairy mengatakan, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun pola pikir generasi muda terhadap pendidikan vokasi.
Menurutnya, banyak siswa yang masih belum memiliki gambaran mengenai lingkungan kerja di sektor manufaktur. Karena itu, perusahaan berupaya membuka akses agar para pelajar dapat melihat langsung aktivitas industri sebelum menentukan pilihan sekolah.
“Kami ingin mengedukasi sejak dini sekaligus membentuk mindset, karakter, dan kesiapan mental sebelum mereka masuk dunia industri,” kata Dias.
Tak hanya memberikan pengalaman berkunjung ke pabrik, PT Indospring juga telah menyiapkan program School Spring, sebuah kelas vokasi yang akan diikuti 38 siswa terpilih setelah melalui tahapan seleksi kesehatan dan kesiapan mental.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri untuk mencetak lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.
Bagi para peserta, wisata industri ini bukan sekadar kunjungan edukatif. Mereka pulang dengan perspektif baru bahwa dunia kerja modern menuntut lebih dari sekadar kemampuan akademik, tetapi juga disiplin, keterampilan, dan mental yang kuat sejak bangku sekolah. dny






