Pamekasan (beritajatim.com) – Persepam Pamekasan dibantai Persipani Paniai dengan skor telak 8-2 pada laga pamungkas Grup DD Babak 16 Besar Liga 4, di Stadion Sriwedari, Surakarta, Jum’at (26/6/2026).
Kekalahan tersebut sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun bagi Laskar Ronggosukowati, sekaligus memupuskan harapan mereka melakukan ke fase 8 besar kompetisi bertajuk Piala Presiden 2026.
Namun bagi Persipani Paniai, kemenangan telak tersebut menegaskan dominasi mereka sepanjang pertandingan sekaligus menjadi salah satu hasil paling mencolok di fase 16 besar Liga 4.
Pada tersebut, Persepam sempat menjaga asa untuk meraih poin. Sekalipun sempat tertinggal 1-0 pada menit 24′, mereka mampu menyamakan skor dan mengejar ketertinggalan menjadi 1-1 pada masa injury time hingga interval pertama berakhir dengan skor imbang.
Namun lepas dari interval pertama, Persipani mengamuk di paruh kedua. Tim asal Papua itu terus menekan dan mencetak gol secara beruntun hingga menutup pertandingan dengan keunggulan enam gol.
Berdasarkan jalannya laga, Persipani berhasil kembali mencetak gol pada menit 46′, 51′, 58′, 70′, 75′, 85′, dan 90′. Sementara Persepam sempat memberi perlawanan dengan gol pada menit 65′, namun gagal membendung serangan bertubi-tubi lawannya.
Hasil 8-2 ini menjadi modal berharga bagi Persipani Paniai untuk melangkah lebih percaya diri pada fase berikutnya bersama Pasuruan United, sedangkan Persepam Pamekasan harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan telak setelah pertahanan mereka berkali-kali ditembus sepanjang babak kedua.
Kekalahan tersebut terbilang sangat menyakitkan, terlebih tim kebanggaan masyarakat Pamekasan sempat tampil menjanjikan sepanjang kompetisi Liga 4 musim ini. Tercatat mereka juga sempat tampil sebagai juara Liga 4 Tingkat Regional Jawa Timur bertajuk Piala Gubernur Jatim 2026.
Bahkan pada fase nasional, mereka juga sempat tampil menjanjikan hingga memasuki babak 16 besar Liga 4. Hanya saja pada fase tersebut, mereka justru tampil di luar ekspektasi dengan tiga kekalahan beruntun, serta tanpa memperoleh satupun poin sepanjang fase tersebut. [pin]






