Lamongan (beritajatim.com) – PT Jakamitra Indonesia, anak perusahaan Japfa, resmi memperkenalkan i-Sentra @Lamongan sebagai kawasan industri generasi baru berkonsep Smart-Eco Industrial Park di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu mendorong investasi domestik maupun asing sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Kawasan industri tersebut dirancang untuk mempercepat proses investasi melalui integrasi layanan perizinan terpadu atau One-Stop Licensing serta penerapan kebijakan Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).
Skema ini memungkinkan investor memulai pembangunan fisik setelah memperoleh izin prinsip sehingga proses investasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Direktur PT Jakamitra Indonesia, Benjamin Abednego Soenadi, mengatakan i-Sentra @Lamongan tidak hanya berfungsi sebagai kawasan manufaktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional.
“i-Sentra @Lamongan bukan sekadar kawasan manufaktur, kami adalah mitra strategis pemerintah dalam memperkuat struktur industri domestik dan daya saing global Indonesia melalui ekosistem yang berkelanjutan. Dengan menyatukan infrastruktur Smart-Eco kelas dunia dan kebijakan pro-investasi, kami menyediakan platform yang tepat bagi pertumbuhan ekonomi yang cepat, efisien, dan selaras dengan visi Indonesia Emas,” ujar Benjamin, Rabu (24/6/2026).
Mengusung tema Designed for Accelerating Investment, kawasan industri ini menawarkan berbagai kemudahan bagi investor, termasuk dukungan insentif fiskal yang diharapkan dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing industri.
Dari sisi konektivitas, i-Sentra @Lamongan berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan pelabuhan laut dalam internasional serta didukung rencana pengembangan akses jalan tol di masa mendatang. Kondisi tersebut dinilai mampu memperlancar distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional.
Selain infrastruktur fisik, kawasan ini juga mengembangkan konsep Circular Economy Ecosystem dengan pemanfaatan energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasional industri.
Ketersediaan sumber daya manusia juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan. Kawasan ini memiliki akses terhadap lebih dari 650 ribu tenaga kerja terampil dan semi-terampil yang berasal dari wilayah Lamongan dan Surabaya guna mendukung kebutuhan sektor manufaktur.
Dalam sektor pangan, i-Sentra @Lamongan turut mengembangkan konsep Japfa Hub melalui pembentukan klaster pangan yang bertujuan memperkuat hilirisasi komoditas strategis dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
“Dalam upaya mendukung kedaulatan pangan, kawasan ini mengintegrasikan konsep Japfa Hub dengan klaster pangan khusus. Fasilitas ini dirancang untuk mendorong hilirisasi komoditas esensial secara canggih, yang tidak hanya memperkuat rantai pasok nasional tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi wilayah Jawa Timur,” kata Benjamin.
Melalui pengembangan kawasan industri berbasis teknologi, keberlanjutan, dan kemudahan investasi tersebut, i-Sentra @Lamongan diharapkan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur sekaligus menarik lebih banyak investasi industri ke Indonesia. (ted)






