Madiun (beritajatim.com) – Industri manufaktur Kabupaten Madiun kembali mencatatkan capaian positif.
Sebanyak 13 ribu pasang sepatu kulit produksi PT Golden Step Indonesia (GSI) diekspor ke Amerika Serikat dalam pengiriman perdana yang dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, Rabu (24/6/2026).
Pelepasan ekspor dilakukan di pabrik PT GSI yang berada di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo. Pengiriman tersebut menjadi langkah awal perusahaan menembus pasar internasional sekaligus menunjukkan produk hasil industri Kabupaten Madiun mampu bersaing di tingkat global.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan keberhasilan ekspor itu merupakan bukti kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah yang mampu menghasilkan produk berstandar internasional.
“Ini membuktikan produk yang dikerjakan tenaga kerja Kabupaten Madiun memiliki kualitas dan daya saing. Ternyata bisa diterima hingga pasar Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan PT GSI juga memberi kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 80 persen pekerja perusahaan tersebut berasal dari Kabupaten Madiun, terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi pabrik.
Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran di daerah.
Ia berharap keberhasilan PT GSI dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain untuk terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu menembus pasar ekspor.
“Produk unggulan Kabupaten Madiun yang sudah masuk pasar internasional tidak hanya porang atau produk olahraga. Sekarang sepatu kulit juga berhasil menembus pasar luar negeri,” katanya.
Hari juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi usaha agar perkembangan industri dapat berjalan berkelanjutan. Menurutnya, PT GSI menjadi contoh perusahaan yang berkembang secara bertahap sejak berdiri pada 2021 hingga mampu melakukan ekspor perdana ke Amerika Serikat pada tahun ini.
“Kalau regulasi dipatuhi, usaha bisa berkembang dengan baik. PT Golden Step Indonesia membuktikan bisa tumbuh secara bertahap hingga akhirnya go internasional,” pungkasnya. (rbr/ted)






